Wali Kota Surabaya Eri Bantah Eks Lokalisasi Dolly Kembali Beroperasi
Table of content:
Wali Kota Surabaya mengkonfirmasi bahwa eks lokalisasi Dolly tidak kembali beroperasi meski ada laporan penggerebekan di sekitar area tersebut. Penegasan ini datang setelah tindakan kepolisian yang menangkap beberapa orang di lokasi yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi.
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menjelaskan bahwa penggerebekan yang dilakukan terkait dengan rumah kos di sekitar eks lokalisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penindakan tidak terjadi di Dolly sendiri, melainkan di lokasi-lokasi lain yang mengindikasikan adanya kegiatan ilegal.
Keberadaan sejumlah tempat kos di sekitar eks lokalisasi Dolly menjadi perhatian khusus. Menyikapi situasi ini, Eri mengatakan bahwa pemantauan kontinu akan dilaksanakan untuk mencegah praktik-praktik yang melanggar hukum.
Penjelasan Wali Kota Terkait Situasi Terkini di Surabaya
Eri Cahyadi menegaskan bahwa pihaknya bersama kepolisian akan melakukan pengawasan yang lebih ketat di area-area yang berpotensi rawan pelanggaran hukum. Pesan ini ia sampaikan untuk meyakinkan warga bahwa pemkot serius dalam memberantas praktik prostitusi.
Sebagai langkah pencegahan, Wali Kota menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan informasi. Ia mengajak warga untuk saling mengawasi demi menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan mereka.
Di samping itu, Eri juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan patroli rutin di berbagai titik strategis. Patroli ini bertujuan untuk mencegah kehadiran kembali aktivitas prostitusi yang berupaya sembunyi-sembunyi di dalam area tersebut.
Penggerebekan dan Penangkapan Oleh Aparat Kepolisian
Penggerebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian di eks lokalisasi Dolly mengungkap sejumlah fakta mengejutkan. Dalam proses tersebut, empat orang berhasil ditangkap, termasuk dua Pekerja Seks Komersial (PSK) dan dua muncikari.
Kasatsamapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, menjelaskan bagaimana penggerebekan dilakukan. Menurutnya, tindakan ini diambil setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya dugaan praktik prostitusi di lokasi tersebut.
Video yang dirilis pihak kepolisian menunjukkan petugas memeriksa beberapa kamar di rumah yang mencurigakan. Dalam video tersebut terlihat beberapa perempuan yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Pencegahan dan Penindakan yang Diterapkan oleh Pemkot
Upaya pencegahan yang dilakukan Pemkot Surabaya tidak hanya terbatas pada patroli. Eri Cahyadi menekankan pentingnya penerapan sanksi bagi para pelaku yang terlibat dalam praktik prostitusi.
Tindakan tegas merupakan langkah yang diharapkan dapat memberikan efek jera. Semua pihak diimbau agar mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kota yang lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.
Berkaitan dengan penanganan kasus, Wali Kota menegaskan bahwa pelaku yang terbukti terlibat dalam praktik tersebut akan dikenakan sanksi berat. Ia ingin memastikan bahwa praktik-praktik haram ini tidak terus menerus mengganggu ketertiban masyarakat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







