Evaluasi MBG Fokus Walkot Bogor pada Akurasi Data Penerima Manfaat
Table of content:
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan pentingnya penguatan sistem pendataan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dapat diterima secara tepat sasaran. Hal ini diungkapkan dalam sebuah pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang berlangsung di Kota Bogor.
Dalam diskusi tersebut, Dedie menekankan bahwa sistem pendataan yang sedang dikembangkan oleh Kota Bogor tidak hanya bertujuan untuk memonitor pelaksanaan program, tetapi juga untuk memastikan akurasi data penerima manfaat. Komitmen ini penting demi keberhasilan program yang berfokus kepada kesehatan masyarakat.
Dedie menjelaskan lebih lanjut bahwa pendataan penerima manfaat tidak terbatas hanya pada data dari Kementerian Pendidikan, tetapi juga mencakup kelompok-kelompok lain yang memerlukan perhatian. Ini termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak balita yang berisiko stunting.
Pentingnya Akurasi Data dalam Program Makan Bergizi Gratis
Wali Kota menekankan bahwa sistem pendataan yang baik akan mempengaruhi pelaksanaan program tersebut. Dengan memiliki data yang akurat, distribusi manfaat kepada masyarakat dapat dilakukan secara adil dan tepat waktu.
Lebih jauh, Dedie mengungkapkan bahwa data yang digunakan akan mencakup berbagai sumber. Ini penting untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai kebutuhan gizi yang ada dalam masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Dedie juga menyoroti bahwa program MBG harus mampu mendukung upaya penanggulangan stunting di Kota Bogor. Menurutnya, inisiatif ini akan menghasilkan dampak positif bagi generasi mendatang melalui peningkatan gizi yang lebih baik.
Penerima Manfaat Program dan Kriteria Yang Ditetapkan
Dalam penjelasannya, Dedie menyebutkan bahwa penerima manfaat program harus memenuhi sejumlah kriteria. Dia mengajak masyarakat terutama yang termasuk dalam desil rendah untuk mendapatkan bantuan, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting.
Dedie memberikan contoh bahwa desil 1 hingga desil 5 dapat menjadi kriteria bagi penerima manfaat. Hal ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesehatan mereka.
Proyek ini mencakup sejumlah dapur MBG yang saat ini telah beroperasi, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi lebih banyak masyarakat. Lebih banyak dapur akan diperluas untuk mencakup area yang lebih luas lagi di Kota Bogor.
Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor
Dapur MBG di Kota Bogor saat ini telah mencapai 86 unit dari target total 110. Ini menunjukkan progres yang baik dalam pelaksanaan program yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi.
Dari setiap dapur, diperkirakan ada sekitar 3.000 penerima manfaat, yang menunjukkan antusiasme dan kebutuhan masyarakat terhadap program ini. Dengan demikian, dedikasi pemerintah Kota Bogor dalam menanggulangi masalah gizi patut diacungi jempol.
Hingga saat ini, tercatat bahwa sekitar 240.000 warga telah mendapatkan manfaat program MBG. Ini menjadi indikator keberhasilan yang diharapkan dapat terus berkembang seiring dengan penguatan sistem pendataan dan distribusi.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







