9 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir Sampai Sore Ini
Table of content:
Banjir yang melanda Jakarta pada akhir pekan ini menjadi perhatian utama masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat ada sembilan RT masih terendam air hingga Minggu sore.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan kondisi terkini berdasarkan pengumpulan data hingga pukul 15.00 WIB. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan penanganan banjir masih berlanjut di beberapa wilayah.
“BPBD mencatat saat ini genangan (masih) terjadi,” ungkap Yohan dalam laporannya. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak beberapa hari lalu telah meningkatkan dampak genangan air tersebut.
Banjir yang melanda Jakarta dipicu oleh hujan deras yang terjadi sejak Kamis lalu. Dalam situasi ini, BPBD DKI Jakarta terus mengintensifkan monitoring serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan segera.
Yohan menyatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Tujuannya adalah untuk menyedot genangan serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik agar menyebabkan dampak yang lebih minim.
“Kami targetkan genangan bisa surut dengan cepat,” imbuh Yohan optimis. Keberhasilan pengelolaan banjir ini membutuhkan kerjasama yang solid antara berbagai pihak terkait.
Sebaran Wilayah yang Terendam Banjir di Jakarta Tengah
Sebanyak sembilan RT yang masih terendam, terdiri dari dua wilayah utama. Jakarta Timur menjadi salah satu fokus perhatian, di mana terdapat delapan RT yang terkena dampak banjir.
Khusus untuk Kelurahan Bidara Cina, tercatat ada empat RT yang mengalami genangan dengan ketinggian 20 hingga 30 cm. Hal ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan luapan dari Kali Ciliwung.
Di sisi lain, Kelurahan Kampung Melayu juga mengalami hal serupa dengan empat RT terendam dan ketinggian mencapai 65 cm. Luapan Kali Ciliwung menjadi penyebab utama bagi kondisi ini.
Selain Jakarta Timur, wilayah Jakarta Utara juga mengalami dampak. Di Kelurahan Kapuk Muara, satu RT dengan ketinggian genangan 20 cm juga terpantau mengalami kesulitan akibat hujan deras yang berkepanjangan.
Data banjir ini telah memungkinkan pihak berwenang untuk merespons dengan tepat. Pengelolaan banjir diharapkan bisa menjadi lebih efektif dengan informasi yang akurat mengenai kondisi terkini di lapangan.
Upaya Evakuasi dan Penanganan bagi Warga Terdampak
Wilayah-wilayah yang terdampak banjir juga telah menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga. Di Jakarta Timur, Kelurahan Bidara Cina membuat tempat di Masjid Al Abror untuk menampung enam kepala keluarga dan 16 jiwa.
Sementara itu, di Kelurahan Kampung Melayu, SDN Kampung Melayu 01 dan 02 telah disiapkan untuk menampung 13 KK dan 65 jiwa lainnya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah responsif terhadap kondisi yang ada.
Di Jakarta Barat, Kelurahan Rawa Buaya juga menyediakan pengungsian di Balai Warga dan SDN 07 dengan total beberapa ratus jiwa terdampak yang berusaha diberi tempat aman. Upaya ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat.
Pengelolaan kondisi darurat ini juga melibatkan peran serta komunitas lokal. Dukungan dari para relawan menjadi sangat penting dalam proses evakuasi dan penanganan, mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terhimpit masalah banjir.
Restorasi wilayah yang terdampak juga menjadi fokus utama setelah kondisi darurat. Pengelolaan yang tepat bisa membantu mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang.
Peran Penting Koordinasi Antara Berbagai Instansi
Agar penanganan bencana ini lebih efisien, penting untuk menjaga komunikasi yang baik antara berbagai instansi pemerintah. Koordinasi antara BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta berbagai elemen masyarakat sangatlah vital.
Melalui kolaborasi yang intensif, diharapkan tiap kelompok dapat merespons lebih cepat terhadap tantangan yang ada, dan melakukan penanganan yang lebih efektif dan terarah. Hal ini menjadi bukti bahwa sinergi dalam penanganan bencana sangat penting.
Warga juga diharapkan untuk menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi di sekitar mereka kepada pihak berwenang. Dengan demikian, data yang ada dapat segera dimanfaatkan untuk mengantisipasi bahaya lebih lanjut.
Kesadaran akan risiko dan kebangkitan komunitas untuk saling membantu akan menguatkan daya tahan sosial dalam menghadapi bencana. Pendidikan mengenai mitigasi bencana juga perlu diperkuat di masyarakat agar kejadian serupa dapat diminimalisasi di masa depan.
Tak dapat dipungkiri, banjir menjadi tantangan yang terus dihadapi oleh Jakarta. Namun, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat memberikan harapan bahwa tantangan ini bisa diatasi dengan baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










