Lisa Jackson Pensiun Januari 2026, Eksekutif Meta Jadi Penasihat Umum Baru
Table of content:
Kepala divisi kecerdasan buatan di Apple, John Giannandrea, telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya. Keputusan ini datang di saat Apple tengah menata kembali strategi pengembangan Siri, yang dikenal sebagai asisten virtual mereka, setelah penundaan peluncuran versi terbaru yang diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih personal.
Giannandrea, yang sebelumnya menjabat di Google, bergabung dengan Apple pada 2018 dengan harapan memperkuat kemampuan AI perusahaan. Namun, tantangan yang dihadapi dalam proyek ini tampaknya lebih besar dari yang diperkirakan, menyebabkan dia menghadapi tekanan untuk menghasilkan hasil yang lebih nyata.
Pengunduran diri Giannandrea menjadi sorotan di kalangan analis dan pengamat industri, mengingat peralihan kepemimpinan ini terjadi di salah satu perusahaan teknologi terkemuka dunia. Dalam perannya, Giannandrea bertanggung jawab untuk membantu menyuntikkan inovasi ke dalam asisten suara Apple, namun proyek tersebut mengalami sejumlah kendala yang menghambat kemajuan.
Perubahan Strategi Pengembangan AI di Apple yang Menarik Perhatian
Setelah mundurnya Giannandrea, Apple mengumumkan penunjukan Amar Subramanya sebagai pengganti barunya. Subramanya membawa segudang pengalaman dari karir yang telah dia jalani di Google, sebelum akhirnya bergabung dengan perusahaan teknologi lain yang turut berfokus pada pengembangan AI.
Selama masa jabatannya di Apple, Subramanya diharapkan dapat membawa pendekatan baru dalam pengembangan teknologi AI yang inovatif. Keberhasilannya dalam memimpin proyek-proyek terkait AI di perusahaan sebelumnya diharapkan bisa mempercepat kemajuan yang selama ini terhambat.
Pengalaman Subramanya dalam menerapkan riset AI ke dalam produk nyata sangat mungkin menjadi aset penting bagi Apple di masa mendatang. Di samping itu, fokus utama saat ini adalah untuk meningkatkan fitur-fitur yang lebih canggih dalam platform mereka, termasuk Siri.
Fokus Apple pada Inovasi dan Pembaruan Produk di Segmen AI
Siri, sebagai salah satu produk utama, telah mengalami beberapa pembaruan, namun Apple mengakui bahwa kemampuan asisten suara mereka masih jauh dari apa yang diharapkan. Penundaan peluncuran versi terbaru menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, perusahaan masih menghadapi beberapa tantangan yang kompleks.
Berdasarkan laporan yang beredar, CEO Apple, Tim Cook, mulai menunjukkan keraguan terhadap kelincahan Giannandrea dalam mengelola dan mengoordinasi tim AI. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa pengembangan tidak berjalan sesuai dengan ritme yang diinginkan perusahaan.
Dalam konteks ini, pengawasan lebih lanjut juga ditugaskan kepada Mike Rockwell, pemimpin tim Vision Pro, yang diharapkan dapat memberikan arahan yang lebih strategis bagi proyek-proyek AI. Ini menunjukkan bahwa Apple berusaha memperkuat sinergi antar divisi untuk memastikan pengembangan teknologi bisa lebih terpadu.
Dampak Pengunduran Diri Giannandrea dan Harapan Baru di Apple
Meskipun Giannandrea memutuskan untuk mundur dari posisinya yang tinggi, pihak Apple menyatakan bahwa dia akan tetap terlibat sebagai penasihat. Ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya sebelum memasuki masa pensiun pada tahun 2026 mendatang.
Jabatan penasihat ini bisa menjadi peluang bagi Apple untuk mendapatkan pandangan dan saran berharga dari seorang veteran di industri teknologi. Harapannya, kolaborasi ini akan mendorong inovasi yang lebih besar di sektor AI perusahaan.
Dengan penunjukan Subramanya, banyak yang berharap bahwa Apple akan dapat menjawab tantangan yang ada di depan, terutama dalam hal menciptakan asisten suara yang lebih cerdas dan responsif. Fokus pada integrasi riset AI ke dalam produk nyata bisa meningkatkan daya saing Apple di pasar yang semakin ketat ini.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







