Insentif Mobil Impor CBU Berakhir, Harga Terbaru BYD Atto 1 Saat Ini?
Table of content:
Insentif berupa pembebasan bea masuk untuk mobil listrik impor CBU telah berakhir pada 31 Desember 2025. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan peningkatan harga sejumlah model mobil listrik di tahun ini.
Namun, hingga saat ini, banyak produsen yang ikut dalam program ini, termasuk BYD, masih belum melakukan kenaikan harga. Berdasarkan informasi terbaru, harga untuk model Atto 1, Atto 3, Dolphin, Seal, Sealion 7, M6, dan Denza D9 tetap tidak berubah sejak Desember 2025.
Saat peraturan insentif berlaku, mobil listrik CBU memperoleh keuntungan dari bebas bea masuk, yang seharusnya mencapai 50 persen. Dengan demikian, total pajak yang dibayarkan oleh produsen hanya sekitar 12 persen dari yang biasanya mencapai 77 persen.
Perubahan Kebijakan Pajak Mobil Listrik di Indonesia
Perubahan kebijakan perpajakan ini merupakan langkah pemerintah untuk mendorong produksi mobil listrik dalam negeri. Mulai 1 Januari 2026, produsen peserta insentif diwajibkan untuk memproduksi kendaraan listrik di dalam negeri dengan jumlah yang setara dengan unit yang diimpor CBU selama dua tahun ke depan.
Selain itu, jika perusahaan tidak memenuhi ketentuan produksi tersebut, mereka dapat kehilangan bank garansi yang disetorkan ke pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan investasi serta menciptakan lapangan kerja di sektor otomotif.
Pemerintah juga berencana untuk mendukung pengembangan infrastruktur pengisian daya untuk mendampingi pertumbuhan penggunaan mobil listrik. Hal ini penting agar konsumen merasa nyaman beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Komitmen BYD dalam Mengembangkan Produksi Lokal di Indonesia
BYD berkomitmen untuk membangun pabrik di Indonesia, yang terletak di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini diproyeksikan memulai operasinya pada awal 2026 dengan total investasi mencapai Rp11,2 triliun dan kapasitas produksi mencapai 150 ribu unit per tahun.
Menurut Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, progress pembangunan pabrik telah memasuki tahap akhir dan mereka tengah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kementerian Perindustrian. Ini menunjukkan keseriusan BYD dalam merintis pasar mobil listrik lokal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga menyatakan bahwa progres pembangunan pabrik BYD di Indonesia mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini mencerminkan dukungan pemerintah dalam kebijakan elektrifikasi transportasi nasional.
Prospek Harga Mobil Listrik BYD di Tahun 2026 dan Setiap Modelnya
Meskipun ada perubahan kebijakan yang akan berdampak pada harga mobil listrik, saat ini harga produk BYD tetap stagnan. Perusahaan memastikan bahwa harga yang dipatok telah mempertimbangkan acuan yang relevan dengan proses perakitan di Indonesia.
Untuk tahun 2025, harga mobil listrik BYD yang diketemukan saat ini adalah sebagai berikut:
- Atto 1: Dynamic – Rp199 juta, Premium – Rp235 juta
- Dolphin: Dynamic – Rp369 juta, Premium – Rp429 juta
- Atto 3: Advanced – Rp390 juta, Superior – Rp520 juta
- M6: Standard – Rp383 juta, Superior 7-seater – Rp423 juta, Superior Captain Seat – Rp433 juta
- Seal: Premium – Rp639 juta, Performance (AWD) – Rp750 juta
- Sealion 7: Premium – Rp629 juta, Performance – Rp719 juta
- Denza D9: Rp950 juta
Harga ini tidak mengalami perubahan signifikan di Januari 2026, menunjukkan kesetiaan BYD terhadap pangsa pasar saat ini. Dengan mempertahankan stabilitas harga, diharapkan konsumen tetap berani memilih mobil listrik sebagai pilihan utama mereka.
Melalui upaya ini, diharapkan BYD dan produsen mobil listrik lainnya bisa berkontribusi dalam mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Dengan kebijakan yang tepat dan pengembangan infrastruktur yang memadai, masa depan mobil listrik di Indonesia bisa jadi sangat cerah.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







