Ekspor 3 Juta Mobil Mendapat Penghargaan dari Kementerian Perdagangan
Table of content:
Toyota Indonesia baru saja menerima penghargaan Primaniyarta Lifetime Achievement Award dari pemerintah, yang merupakan pengakuan atas kontribusinya dalam ekspor kendaraan yang mencapai angka impresif 3 juta unit. Penghargaan ini disampaikan oleh Kementerian Perdagangan dalam acara Trade Expo Indonesia (TEI) yang ke-40 di ICE BSD, pada hari Rabu, 15 Oktober.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap eksportir yang telah menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Evaluasi untuk Primaniyarta mengutamakan semangat partisipasi serta upaya yang konsisten dalam pengembangan sektor ekspor.
“Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini, yang menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kerja keras kami di industri otomotif,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Melalui pengapalan perdana Kijang Generasi ketiga ke Brunei Darussalam pada tahun 1987, Toyota telah menunjukkan keseriusannya dalam ekspor mobil dalam bentuk utuh. Saat ini, kegiatan ekspor juga telah mencakup berbagai lini kendaraan elektrifikasi yang semakin diminati.
Dari total 3 juta unit yang diekspor, jumlah ini mencerminkan akumulasi pengapalan ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia dalam rentang waktu yang panjang. Nandi menekankan bahwa pencapaian ini tidak diraih dengan cepat, melainkan melalui kerja keras dan dedikasi yang bertahun-tahun.
“Kami juga sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, konsumen, serta seluruh pihak yang mendukung pengembangan industri otomotif di tanah air,” tambah Nandi. Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut menjadikan industri otomotif salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Analisis dan Penilaian Penghargaan Primaniyarta
Penerimaan penghargaan Primaniyarta menjadi salah satu indikator keberhasilan Toyota dalam menyediakan produk yang mampu bersaing di pasar global. Penghargaan ini tidak hanya menilai kuantitas, tetapi juga kualitas dan komitmen terhadap keberlanjutan dalam segala aspek produksi.
Menerima penghargaan ini juga menunjukan bahwa Toyota Indonesia telah memenuhi kriteria yang ketat dalam evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Penilaian tersebut mencerminkan dedikasi perusahaan dalam menciptakan produk yang berkualitas dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada.
Kementerian Perdagangan berharap agar penghargaan ini menjadi pendorong bagi perusahaan lain untuk terus berkontribusi dalam upaya peningkatan ekspor. Investasi pada teknologi dan pengembangan produk lokal merupakan kunci dalam mencapai tujuan tersebut.
Perkembangan dan Trend Ekspor Kendaraan Toyota
Sejak awal dekade 90-an, Toyota telah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam volume ekspor kendaraan. Meski tantangan global sering kali muncul, Toyota mampu beradaptasi dan tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu eksportir terkuat dalam industri otomotif.
Selama periode Januari hingga September 2025, Toyota tercatat mengekspor sebanyak 218.162 unit, yang menyumbang sekitar 57 persen dari total ekspor industri otomotif di Indonesia. Angka ini menunjukkan komitmen yang berkelanjutan pada sektor ekspor dan pemanfaatan teknologi lokal.
Jenis kendaraan yang menjadi andalan dalam ekspor mencakup SUV seperti Fortuner, Rush, dan Raize, dengan kontribusi yang signifikan. Selain itu, kendaraan MPV seperti Innova dan Avanza turut berperan dalam mendongkrak angka ekspor yang mengesankan.
Inovasi dan Pengembangan Produk Lokal dalam Ekspor
Salah satu fokus utama Toyota adalah pengembangan produk lokal dengan melibatkan rantai pasok dari Indonesia. Pada ajang TEI 2025, Toyota menghadirkan Kijang Innova Zenix dalam bentuk setengah terurai, sebagai simbol dari keterlibatan lokal.
Selain itu, Toyota Rangga yang dikonversi menjadi kendaraan logistik Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menunjukkan bagaimana perusahaan dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah. Transformasi ini merupakan langkah signifikan dalam menuju kendaraan ramah lingkungan.
Pihak TMMIN mengonfirmasi bahwa saat ini tingkat kandungan lokal dalam produksi kendaraan telah mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat penting dalam upaya memperkuat daya saing produk di pasar global.
Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN menambahkan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi basis produksi kendaraan bermesin konvensional, tetapi juga berperan penting dalam produksi kendaraan elektrifikasi. Inovasi dalam bidang ini akan semakin mendukung keberlanjutan dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







