China Memperbolehkan Mobil Otonom Level 3 Beroperasi di Jalan Raya
Table of content:
Pemerintah China baru saja mengambil langkah besar dalam industri kendaraan listrik dengan mengizinkan dua model kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang dilengkapi dengan teknologi pengemudian otonom Level-3 (L3). Ini adalah langkah signifikan, karena menandai peralihan dari teknologi pengemudian otonom Level-2 yang sebelumnya hanya diizinkan untuk dijalankan di jalan umum dengan syarat pengemudi tetap memegang kemudi.
Dua model yang disetujui tersebut adalah Deepal SL03 dari Changan Automobile dan Alpha S dari BAIC Arcfox. Dengan persetujuan ini, kedua model menjadi pionir dalam penggunaan teknologi pengemudian otonom yang lebih maju di jalan raya utama di China, membuka kemungkinan baru bagi pengembangan kendaraan cerdas di pasar otomotif global.
Teknologi Otonom L3 dan Keuntungannya
Teknologi pengemudian otonom Level-3 memungkinkan kendaraan untuk beroperasi tanpa keterlibatan tangan pengemudi dalam situasi tertentu, seperti di jalan raya dan jalan perkotaan yang padat. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa pengemudi tetap harus siap untuk mengambil alih kendali jika diperlukan.
Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara dengan mengurangi beban pengemudi dalam situasi lalu lintas yang menegangkan. Dengan kemampuan ini, kendaraan dapat melakukan manuver kompleks dengan lebih baik, yang akan sangat menguntungkan bagi pengemudi yang menghadapi kemacetan.
Dalam skenario ideal, penggunaan teknologi otonom ini dapat mengurangi risiko kecelakaan yang diakibatkan oleh kesalahan manusia. Sebuah studi menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh faktor manusia, dan menggantinya dengan sistem otomatis yang canggih dapat membantu menyelamatkan nyawa.
Dampak Kebijakan terhadap Industri Otomotif dan Masyarakat
Persetujuan kendaraan otonom Level-3 oleh pemerintah China merupakan langkah inovatif yang bisa mengubah wajah industri otomotif di negara tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan teknologi ini akan diadopsi oleh lebih banyak produsen kendaraan, menciptakan kompetisi yang lebih sehat dan mendorong inovasi lebih lanjut.
Selain itu, kebijakan ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dalam teknologi dan produksi kendaraan listrik. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini, terdapat potensi pertumbuhan yang signifikan di sektor tersebut.
Dari sisi masyarakat, adopsi kendaraan otonom ini juga dapat membawa dampak positif, seperti mengurangi polusi udara dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kendaraan listrik memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, sehingga akan mendukung upaya pemerintah dalam menjadikan lingkungan lebih bersih.
Proses Pengembangan dan Uji Coba Sistem Otonom
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) bertanggung jawab dalam mengeluarkan izin untuk kedua model ini, dengan tujuan utama untuk memfasilitasi transisi teknologi dari tahap pengujian menuju penggunaan yang lebih luas. Uji coba ini awalnya akan dilakukan di jalur-jalur percontohan yang telah ditentukan di kota-kota besar seperti Chongqing dan Beijing.
Proses pengujian pejalan kaki yang cermat ini menjadi langkah krusial untuk memastikan keselamatan serta kemampuan teknologi sebelum diterapkan secara luas. Kendaraan akan diuji dalam berbagai kondisi lalu lintas untuk mengevaluasi performanya dan kemampuan beradaptasi.
Melalui serangkaian uji coba yang ketat, pengembang dan pemerintah berharap dapat mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah yang mungkin muncul. Hal ini penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika teknologi ini akhirnya diimplementasikan secara umum.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







