Kerugian Negara Tidak Perlu Direduksi Menjadi Perusahaan
Table of content:
Guru Besar Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengingatkan bahwa dalam kasus korupsi terkait tata kelola minyak dan produk kilang Pertamina, diskusi mengenai kerugian negara seharusnya tidak disamakan dengan kerugian perusahaan. Penilaiannya harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih luas, yaitu dengan mempertimbangkan aspek ekonomi makro.
Rhenald menekankan bahwa menyederhanakan kerugian negara sebagai kerugian perusahaan dapat mengaburkan pemahaman kita tentang dampak yang lebih luas terhadap perekonomian. Pemahaman yang mendalam tentang sistem ekonomi ini sangat penting, terutama dalam konteks kasus yang dihadapi saat ini.
Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rhenald memberikan kesaksian sebagai ahli terkait perkara dugaan korupsi yang melibatkan beberapa pihak termasuk Muhammad Kerry Adrianto Riza. Dalam diskusinya dengan kuasa hukum, Rhenald menjelaskan berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan ketika mengevaluasi kerugian negara akibat kebijakan penyewaan terminal BBM.
Pentingnya Memahami Kerugian Negara dalam Konteks Makroekonomi
Salah satu isu yang mencuat dalam persidangan adalah angka kerugian negara yang mencapai Rp 2,9 triliun akibat penyewaan terminal BBM yang dinilai tidak diperlukan. Rhenald mengungkapkan bahwa kerugian tersebut seharusnya dinilai secara makro, bukan mikro. Dengan melakukan analisis yang lebih komprehensif, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang dampak dari kebijakan tersebut.
Ketika ditanya tentang keuntungan dan margin dari bisnis penyimpanan energi, Rhenald menegaskan bahwa usaha ini sering kali memiliki margin yang tipis dan risiko yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya melihat kerugian dari satu sudut pandang, tetapi mempertimbangkan segi efisiensi dan keuntungan jangka panjangnya.
Dengan pendekatan yang hati-hati, Rhenald menyerukan perlunya kajian yang lebih mendalam dalam penilaian kerugian negara. Menurutnya, tidak semua kerugian dapat dianggap sebagai kerugian yang mutlak, dan perlu ada pertimbangan terhadap bagaimana kebijakan tersebut akan berdampak pada infrastruktur dan efisiensi energi nasional.
Kerugian dan Keuntungan dalam Bisnis Energi
Rhenald kemudian menggarisbawahi bahwa keputusan dalam bisnis penyewaan terminal BBM harus dilihat dari dampak jangka panjangnya. Contohnya, pemerintah saat ini mendatangkan 1 juta barel minyak mentah dari Aljazair untuk mengurangi ketergantungan pada sistem pembelian eceran dari Singapura. Hal ini, menurut Rhenald, menunjukkan strategi yang lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Dia menjelaskan bahwa memanfaatkan terminal BBM berkapasitas besar dan dermaga yang luas membantu Indonesia untuk mengurangi biaya operasional secara signifikan. Dengan cara ini, negara dapat memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar per barel minyak yang diproses.
Dari perspektif makroekonomi, memiliki infrastruktur yang memadai sangat penting untuk menjaga stabilitas dan efisiensi dalam industri energi. Rhenald menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan perlu membangun armada laut yang tangguh untuk mendukung distribusi energi secara optimal.
Relevansi Infrastruktur dalam Distribusi Energi
Kesimpulan dari pendapat Rhenald adalah bahwa infrastruktur pelabuhan dan terminal berperan sebagai kunci efisiensi dalam industri energi, khususnya di Indonesia. Dalam konteks ini, perlu dilakukan analisis yang lebih menyeluruh untuk menentukan apakah suatu kebijakan bisnis benar-benar merugikan atau justru membawa keuntungan bagi negara.
Rhenald menandaskan bahwa ketika melihat kerugian, perlu ada ukuran yang tepat tentang seberapa besar dampak dari kebijakan tersebut terhadap perekonomian nasional. Mengabaikan faktor-faktor ini hanya akan mengaburkan pemahaman kita tentang keuntungan yang dihasilkan.
Dia mengajak masyarakat untuk lebih bijaksana dan kritis dalam mengevaluasi setiap kebijakan yang berkaitan dengan bisnis energi. Pemahaman yang baik tentang ekonomi makro akan membantu kita untuk menilai dengan lebih adil dan obyektif terhadap kerugian dan keuntungan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







