Evaluasi Perpres Pekerja Migran oleh Kemenko PM, Soroti Biaya Penempatan dan Perdagangan Orang
Table of content:
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) saat ini tengah melakukan upaya strategis untuk memperbaiki regulasi yang melindungi para pekerja migran Indonesia. Melalui lokakarya konsultasi yang diadakan, kementerian ini berupaya mendengar masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait penempatan dan perlindungan tenaga kerja migran.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengungkapkan pentingnya masukan yang dikumpulkan dalam lokakarya ini. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, termasuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan lembaga pelatihan kerja yang berfungsi sebagai kunci dalam implementasi kebijakan tersebut.
Lokakarya tersebut diadakan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 130/2024. Peraturan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola dalam penempatan dan perlindungan pekerja migran, yang merupakan isu kritis mengingat semakin tingginya jumlah tenaga kerja yang mencari peluang di luar negeri.
Leon menyatakan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya tantangan signifikan yang perlu dihadapi, termasuk praktik biaya penempatan yang tidak wajar dan migrasi nonprosedural. Praktik ini berpotensi meningkatkan risiko penipuan serta tindak pidana perdagangan orang yang mengancam keselamatan para pekerja.
Pentingnya keterlibatan komunitas sipil juga tidak bisa diabaikan. Kemenko PM sebelumnya telah melakukan lokakarya dengan perwakilan pekerja migran dan organisasi masyarakat sipil pada bulan September dan Oktober 2025. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyusun kebijakan yang inklusif dan berbasis pada kenyataan di lapangan.
Dengan adanya pembaruan regulasi yang tepat, diharapkan kebijakan yang diambil dapat berkelanjutan dan sesuai dengan perkembangan pasar kerja global serta arah pembangunan nasional yang telah ditetapkan. Regulasi yang baik akan menjadi acuan bagi berbagai pihak terkait dalam mengoptimalkan perlindungan terhadap pekerja migran.
Pentingnya Kolaborasi Antara Pemangku Kepentingan Dalam Perlindungan Pekerja Migran
Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan regulasi yang efektif bagi pekerja migran. Keterlibatan perusahaan penempatan dan lembaga pelatihan kerja sangat penting, karena mereka adalah pihak yang paling memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para pekerja saat ini.
Lebih lanjut, dengan melibatkan pihak-pihak tersebut, kementerian berharap dapat menciptakan kurikulum pelatihan yang lebih sesuai. Hal ini akan meningkatkan keterampilan tenaga kerja sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di negara tujuan.
Partisipasi berbagai kalangan ini juga berfungsi sebagai mekanisme pengawasan, yang dapat membantu dalam penegakan hukum terkait perlindungan tenaga kerja. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan setiap aspek dari proses penempatan dapat diperbaiki untuk kepentingan pekerja.
Kontribusi Ekonomi Pekerja Migran bagi Perekonomian Nasional
Pekerja migran Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan dalam perekonomian nasional. Nilai remitansi yang mencapai Rp253,3 triliun pada tahun 2024 menunjukkan bahwa kontribusi mereka terhadap ekonomi negara tidak dapat diremehkan.
Namun, seiring dengan besarnya kontribusi tersebut, harus ada tata kelola yang kuat untuk menjamin perlindungan yang layak bagi mereka. Perlindungan ini penting untuk memastikan bahwa para pekerja tidak hanya mampu mengirimkan uang ke keluarga, tetapi juga mempertahankan martabat dan keselamatan selama bekerja.
Regulasi yang baik akan menciptakan kondisi yang lebih stabil bagi para pekerja, sehingga mereka bisa bekerja dengan nyaman. Ini juga akan berdampak positif tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.
Strategi Taktis dalam Penguatan Pengawasan dan Penegakan Hukum
Menghadapi tantangan dalam penempatan pekerja migran, penguatan pengawasan menjadi hal yang sangat mendesak. Tim yang terdiri dari anggota berbagai kementerian perlu dibentuk untuk mengawasi setiap langkah yang diambil dalam proses penempatan.
Penegakan hukum yang tegas terhadap praktik-praktik ilegal seperti overcharging dan penipuan akan memberikan efek jera. Ini juga akan memastikan bahwa para pekerja migran mendapatkan hak-hak mereka penuh selama bekerja di luar negeri.
Sangat penting untuk memiliki sistem pengaduan yang efisien bagi pekerja migran. Dengan menyediakan saluran komunikasi yang jelas, pekerja bisa melaporkan masalah yang mereka hadapi tanpa rasa takut terhadap retaliasi.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








