Jelajahi 12 Museum di Indonesia yang Buka Saat Libur Tahun Baru 2026
Table of content:
Museum Vredeburg di Yogyakarta bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga sebuah pusat pembelajaran yang kaya dengan nilai sejarah. Terletak di Jl. Margo Mulyo NO.6 Ngupasan, museum ini menyajikan berbagai diorama yang menggambarkan momen-momen penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dengan lebih dari tujuh ribu koleksi benda bersejarah, museum ini adalah tempat yang tepat bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah Indonesia. Vredeburg berkomitmen untuk menjadi sarana transformasi pelayanan publik yang mengedukasi masyarakat tentang perjalanan panjang bangsa ini.
Pembukaan museum setiap hari dari Senin hingga Minggu memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengeksplorasi berbagai pameran yang ditampilkan. Selain itu, tiket masuknya terjangkau, menawarkan akses bagi semua kalangan masyarakat.
Pada setiap hari kerja, pengunjung anak-anak di bawah 12 tahun dapat menikmati semua pameran hanya dengan Rp 10 ribu. Sementara untuk orang dewasa, biaya masuknya hanya Rp 15 ribu, membuat museum ini menjadi pilihan cerdas untuk berwisata sambil belajar.
Sejarah Singkat Museum Vredeburg yang Menarik untuk Diketahui
Museum Vredeburg didirikan pada tahun 1760 sebagai benteng oleh pemerintah kolonial Belanda. Seiring waktu, bangunan ini berfungsi sebagai tempat strategis dalam berbagai peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta.
Pada tahun 1980, gedung ini diubah menjadi museum untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia khususnya di Yogyakarta. Dengan demikian, museum ini bukan hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga simbol perjuangan dan kemerdekaan.
Transformasi museum ini menunjukkan bagaimana sejarah dapat dipelajari dengan cara yang interaktif. Setiap koleksi yang dipamerkan memiliki cerita yang terkait dengan perjuangan bangsa, memberi makna yang dalam bagi pengunjung.
Penyajian diorama yang rinci dan menarik juga memudahkan pengunjung untuk memahami konteks sejarah Indonesia. Museum ini menginginkan agar generasi muda tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga merasakannya melalui pengalaman langsung.
Museum Vredeburg berkontribusi pada pelestarian sejarah melalui kegiatan edukasi seperti seminar dan workshop. Dengan cara ini, pengunjung dapat lebih memahami tantangan yang dihadapi para pahlawan dan menghargai apa yang telah diperjuangkan untuk kemerdekaan.
Koleksi Benda Bersejarah yang Mendukung Proses Edukasi
Benda-benda yang dipamerkan di Museum Vredeburg bukan sembarang koleksi, tetapi merupakan bagian dari kekayaan sejarah bangsa. Di antara ribuan koleksi, terdapat peralatan rumah tangga, senjata, dan dokumen bersejarah yang pernah digunakan oleh pejuang kemerdekaan.
Salah satu koleksi yang paling menarik adalah barang-barang pribadi Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, yang merupakan tokoh penting dalam proklamasi kemerdekaan. Melihat langsung benda-benda ini memberi pengalaman emosional bagi pengunjung.
Koleksi yang terawat dengan baik ini juga dilengkapi dengan keterangan yang informatif. Dengan informasi tambahan, pengunjung dapat memahami tidak hanya fungsi benda, tetapi juga konteks sejarah di baliknya.
Program edukasi yang dilakukan oleh museum juga menjangkau berbagai kalangan, terutama pelajar. Banyak sekolah mengunjungi museum ini untuk memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa-siswi mereka.
Di samping koleksi tetap, museum sering mengadakan pameran temporer yang menarik perhatian. Pameran ini biasanya berfokus pada tema tertentu yang relevan dengan sejarah Indonesia, sehingga pengunjung selalu mendapatkan sesuatu yang baru setiap kali datang.
Waktu dan Biaya Masuk yang Ramah bagi Pengunjung
Museum Vredeburg memiliki jam buka yang fleksibel agar semua orang dapat berkunjung. Dihadapkan dengan jadwal yang padat, museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
Biaya masuk sangat bersahabat, membuat museum ini dapat diakses oleh berbagai kalangan. Pada hari biasa, biaya masuk bagi anak-anak sangat terjangkau, sedangkan untuk orang dewasa pun masih dalam kategori murah.
Selama akhir pekan, tarif masuk mengalami sedikit kenaikan, tetapi tetap terjangkau. Pengunjung dapat menikmati pameran lebih lama pada malam hari, memberikan pengalaman berbeda dalam suasana yang berbeda.
Pembayaran tiket di museum juga dilakukan dengan sangat mudah. Pengunjung bisa menggunakan pembayaran tunai, yang praktis dan cepat, menghindari antrian yang lama.
Ketersediaan fasilitas umum seperti tempat parkir dan toilet yang bersih menjadikan kunjungan lebih nyaman. Museum ini selalu berusaha untuk membuat pengalaman pengunjung menjadi menyenangkan, sehingga mereka dapat fokus pada pelajaran sejarah yang ditawarkan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









