Jagoan UMKM Naik Kelas Episode 5: 60 Detik Penentuan Siapa yang Tampil Gemilang
Table of content:
Ajang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas 2025 telah memasuki babak kelima, membawa ketegangan dan harapan bagi para finalis yang tertinggal. Setelah episode sebelumnya, dua peserta, Sunkrisps dan Zenitha, harus mengucapkan selamat tinggal, kini empat finalis tersisa untuk memperebutkan posisi puncak dalam tantangan yang menguji kemampuan mereka menjual ide bisnis.
Pertandingan kali ini adalah tantangan “Elevator Pitch”, di mana setiap finalis hanya memiliki satu menit untuk meyakinkan juri tentang ide bisnis mereka. Dalam situasi yang sangat mendesak ini, mereka harus bisa memikat tiga calon investor dengan keahlian berbicara yang tajam dan percaya diri, untuk mempresentasikan visi mereka tanpa skrip atau persiapan tambahan.
Para juri yang duduk menilai berupa Daniel Mananta, Lizzie Parra, dan juri tamu Abraham Victor, CEO Hangry Indonesia. Proses pitching dilakukan dalam tiga skenario yang menggambarkan tantangan nyata dunia bisnis, memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya kesan pertama dan memanfaatkan setiap detik dengan efektif.
Pentingnya Waktu dan Penyampaian di Dunia Bisnis
Empat finalis yang tampil dalam episode ini adalah Maritim Bag, homLiv, DS Modest, dan Aveka. Masing-masing memiliki keunikan produk dan strategi pemasaran yang berbeda. Namun, tidak semua dari mereka berhasil memanfaatkan kesempatan yang diperoleh dengan baik.
Micheal dari Maritim Bag mengawali pitching dengan semangat tinggi, namun di tengah presentasinya, ia mengalami kendala. Suaranya mendadak gemetar ketika harus menyampaikan ide di hadapan Lizzie, menandakan pentingnya kontrol diri dalam situasi tekanan. Ungkapan “Dalam dunia nyata, there is no retake” dari Daniel menjadi pelajaran berharga bagi semua peserta tentang pentingnya kesiap-siagaan.
Di sisi lain, Yudiana dari homLiv menunjukkan pendekatan yang lebih personal. Ia mengawali disertasi dengan tanya jawab yang mencairkan suasana, tetapi ketika harus menjelaskan esensi produk, penampilannya mulai kurang menggigit. Ini menggambarkan bahwa strategi yang baik perlu digunakan dengan pengetahuan mendalam tentang produk yang ditawarkan.
Inspirasi dan Kekuatan dari Pitching yang Efektif
Annisa atau Anin dari DS Modest menjadi pembicara terbaik dalam episode ini. Produk sajadah dan sarung waterproof yang ia tawarkan dikemas dengan narasi yang apik, menargetkan pasar urban Muslim. Kekuatan menceritakan solusi dari produk yang dihadirkan juga menjadi kunci suksesnya.
Pujian dari juri mengenai performanya menjadi sinyal positif bahwa konsistensi dan kepercayaan diri dapat menghasilkan impresi yang kuat. Hal ini menjadi tolok ukur bagi peserta lain untuk meningkatkan efektivitas pitching mereka di masa mendatang.
Sementara itu, Fuat dari Aveka mengadopsi pendekatan yang lebih spontan, tetapi sayangnya hasilnya tak sesuai harapan. Pendekatan ini menjadi pelajaran bahwa kreativitas tanpa persiapan matang dapat menjadi bumerang, dan juri juga memberikan masukan yang tegas saat menyampaikan kritik atas penampilannya.
Pembekalan Sebelum Tantangan Pitching
Dalam persiapan menghadapi tugas sulit ini, peserta sempat mengikuti sesi pembekalan selama satu jam yang dilanjutkan dengan bimbingan dari dua mentor berpengalaman. Mereka belajar tentang cara merancang pitch yang efektif, menyampaikan nilai jual, dan berbicara meyakinkan di hadapan investor.
Pembelajaran dari para mentor memberikan wawasan mendalam bagi para peserta, dan ini menjadi bekal penting mereka untuk menghadapi tantangan sebenarnya. Para mentor, Maya Malidra dan Deddy Lim, berhasil memberikan informasi yang sangat berguna dan aplikatif untuk dunia bisnis yang sebenarnya.
Sesi ini juga kembali mengingatkan bahwa kemampuan pitching bukan hanya tentang produk, tetapi bagaimana cara menempatkan dan mempresentasikannya di hadapan para penilai yang kritis. Kemampuan berkomunikasi di dunia bisnis merupakan skill yang tak dapat diabaikan.
Respon Penonton dan Harapan untuk Grand Final
Tantangan Elevator Pitch bukan hanya menggugah semangat peserta, tetapi juga menarik perhatian penonton. Salah satu yang terinspirasi adalah Sarwendah, yang membagikan pengalamannya melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa even seperti ini dapat menginspirasi banyak orang, baik pebisnis pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Rasa antusiasme ini membuat banyak orang mulai berpikir lebih jauh tentang pentingnya relasi dan kesempatan bertemu investor secara langsung di kehidupan sehari-hari. Sarwendah pun menyemangati para peserta dan menjadikan ajang ini sebagai pembelajaran bagi dirinya sendiri.
Kini, keempat finalis akan bersaing untuk melangkah ke Grand Final. Saksikan perkembangan selanjutnya di episode penentuan, di mana hanya satu yang akan emerge sebagai pemenang, mendapatkan peluang untuk memperbesar bisnis mereka dan mencapai impian yang selama ini diidamkan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








