72 Seniman dan 26 Pegawai Kebudayaan Terpengaruh Banjir Bandang Sumatera Kemenbud Beri Rp1,5 Miliar
Table of content:
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera baru-baru ini memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Banyak sektor yang terpengaruh, termasuk pelestarian budaya yang melibatkan sumber daya manusia (SDM) kebudayaan dan pegawai terkait.
Data yang diperoleh dari Kementerian Kebudayaan menunjukkan bahwa sebanyak 72 SDM kebudayaan dan 26 pegawai kebudayaan mengalami dampak langsung akibat bencana tersebut. Banjir ini mengancam tidak hanya kehidupan sosial, tetapi juga warisan budaya yang ada di wilayah tersebut.
Dalam situasi yang memprihatinkan ini, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, memberikan perhatian khusus kepada para korban. Ia menyatakan bahwa langkah-langkah bantuan telah diambil untuk meringankan beban yang ditanggung oleh mereka yang terkena dampak.
Dukungan Pemerintah terhadap Korban Banjir di Sumatera
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk berkontribusi dalam pemulihan daerah yang terkena dampak. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penggalangan dana yang telah berhasil mengumpulkan sekitar Rp 1,5 miliar.
Fadli Zon juga menjelaskan tujuan dari penggalangan dana ini, yaitu untuk membantu pemulihan masyarakat dan melestarikan budaya yang terdampak. Bantuan ini nantinya akan disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wiilayah-wilayah tersebut merupakan pusat kebudayaan yang kaya akan tradisi dan sejarah. Sehingga, perhatian terhadap pemulihan mereka menjadi prioritas dari Kementerian Kebudayaan agar warisan budaya tidak hilang setelah bencana ini.
Dampak Banjir terhadap SDM Kebudayaan dan Pegawai
Data terbaru mencatat jumlah SDM kebudayaan yang terkena dampak di masing-masing provinsi. Di Aceh, tercatat satu orang, sementara di Sumatera Utara terdapat 71 orang yang terdampak bencana ini.
Penjelasan lebih lanjut mengenai pegawai kebudayaan juga menjadi sorotan. Sebanyak 26 pegawai dari berbagai kategori, termasuk PNS dan PPPK, mengalami kendala dalam menjalankan tugas mereka akibat bencana.
Dampak yang dialami oleh para pegawai tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada kelangsungan tugas mereka dalam menjaga dan melestarikan situs-situs budaya. Hal ini mengancam kesinambungan pelestarian budaya yang sangat diperlukan di tengah-tengah situasi sulit ini.
Pentingnya Pelestarian Budaya dalam Kondisi Darurat
Pelestarian kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas suatu bangsa. Dalam situasi darurat seperti bencana alam, pemulihan budaya harus menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan warisan budaya tetap terjaga.
Fadli Zon menekankan bahwa bantuan haruslah menyentuh langsung pada individu-individu yang menjadi juru pelihara situs dan museum. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap pelestarian namun juga merupakan korban dari bencana yang terjadi.
Selanjutnya, upaya untuk merangkul masyarakat di sekitar lokasi tersebut juga perlu ditingkatkan. Masyarakat lokal sering kali memiliki hubungan yang kuat dengan situs budaya dan dapat berkontribusi dalam pemulihannya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







