Suplemen Tidak Selalu Diperlukan, Dokter Ini Ungkap Fakta yang Sering Tidak Diketahui
Table of content:
Saat ini, konsumsi suplemen untuk kesehatan kulit, rambut, dan tubuh telah menjadi tren yang semakin meluas. Banyak orang beranggapan bahwa suplemen adalah solusi instan untuk menjaga kesehatan, padahal pola makan yang seimbang tetap menjadi prioritas utama.
Dr. Dani Djuanda, seorang ahli kulit, menekankan bahwa tidak semua orang perlu mengonsumsi suplemen. Ketika asupan gizi dari makanan sehari-hari sudah memadai, suplemen justru menjadi tambahan yang tidak selalu diperlukan.
Dia juga menjelaskan bahwa suplemen seharusnya digunakan dalam kondisi tertentu. Misalnya, seseorang mungkin memerlukan suplemen jika memiliki kekurangan nutrisi atau saat sedang sakit yang mengganggu metabolisme tubuh.
Selama pandemi COVID-19, vitamin D menjadi sangat populer dan dianjurkan untuk meningkatkan imunitas. Namun, pentingnya pengecekan kadar vitamin D di laboratorium sering kali diabaikan, membuat banyak di antara kita mengonsumsi suplemen tanpa alasan yang jelas.
Peran Makanan Sehat dalam Kesehatan Kulit
Makanan berperan vital dalam menjaga kesehatan kulit. Nutrisi dari sayuran dan buah-buahan menjadi sumber utama vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Diet seimbang yang mencakup aneka jenis makanan akan membantu memenuhi kebutuhan gizi. Rata-rata orang yang mengonsumsi berbagai makanan sehat cenderung memiliki kulit yang lebih bersih dan bercahaya.
Pola makan yang baik tidak hanya memberikan manfaat estetis, tetapi juga mendukung sistem imunitas. Dengan mendapatkan cukup gizi dari makanan yang tepat, tubuh mampu melawan berbagai penyakit lebih efektif.
Banyak orang yang mengabaikan pentingnya asupan gizi dari makanan alami. Akibatnya, mereka beralih ke suplemen yang sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka.
Kenali Kapan Harus Mengonsumsi Suplemen
Memahami kapan harus mengonsumsi suplemen sangat penting untuk menjaga kesehatan. Mengkonsumsi suplemen tanpa indikasi medis justru dapat berisiko bagi kesehatan.
Suplemen seharusnya diambil berdasarkan pemeriksaan dari profesional. Biasanya, dokter akan merekomendasikan suplemen bagi mereka yang memiliki kekurangan nutrisi tertentu setelah melakukan analisis yang mendalam.
Contohnya, vitamin D bisa menjadi sumber daya bagi sistem imun, namun tidak semua orang memerlukan dosis tambahan. Mengukur kadar vitamin D melalui tes darah menjadi langkah bijak untuk menentukan kebutuhan tersebut.
Sayangnya, biaya untuk tes laboratorium sering kali menjadi hambatan. Hal ini mengakibatkan banyak orang yang memilih untuk mengandalkan suplemen tanpa mengetahui apakah mereka benar-benar membutuhkannya.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin
Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi suatu keharusan untuk mengetahui kondisi tubuh. Dengan cara ini, kita bisa mendeteksi kekurangan nutrisi sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Proses deteksi dini akan membantu menyesuaikan diet dan asupan suplemen. Dengan bimbingan ahli gizi atau dokter, kita dapat menyusun program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Mendapatkan informasi yang tepat mengenai kebutuhan tubuh akan sangat membantu. Ini tidak hanya membuat kita terhindar dari efek samping suplemen yang tidak diperlukan, tetapi juga mendorong gaya hidup yang lebih sehat.
Suplemen seharusnya menjadi pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Dengan pola makan yang benar, efek positif pada kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan pasti akan terlihat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








