Dominasi Pengguna Internet Indonesia oleh Gen Z dan Alpha serta Tantangan Perkembangan Anak
Table of content:
Data terbaru menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka yang signifikan, yaitu sekitar 80,66 persen dari total populasi. Dengan total sekitar 229,4 juta jiwa, peningkatan ini mencerminkan perubahan besar dalam cara masyarakat berinteraksi dan mengakses informasi.
Transformasi digital ini didominasi oleh Generasi Z, Y, dan Alpha, yang memiliki karakteristik dan perilaku unik terhadap teknologi. Namun, pergeseran ini juga membawa tantangan, terutama dalam aspek perkembangan psikologis dan emosional individu.
Perubahan Pola Perkembangan Anak di Era Digital
Psikolog terkemuka, Profesor Tina Afiatin, mengungkapkan bahwa digitalisasi memberikan manfaat dan risiko yang harus dikelola dengan bijak. Anak-anak saat ini berada di tengah era di mana informasi dapat diakses dengan mudah, tetapi ini juga mempengaruhi cara mereka berpikir dan berinteraksi.
Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh anak-anak dalam dunia digital, seperti perubahan dalam perkembangan kognitif yang berdampak pada cara mereka belajar. Selain itu, dinamika emosional dan sosial juga mengalami perubahan yang signifikan akibat pengaruh media sosial.
Profesor Tina juga menyoroti pentingnya pembentukan identitas diri yang sehat di tengah paparan konten negatif. Akibatnya, risiko kesehatan mental semakin meningkat, memberikan dampak serius pada anak-anak yang tidak memiliki dukungan yang memadai dari lingkungan sekitar.
Keluarga Sebagai Fondasi Perkembangan Anak
Keluarga memegang peranan kunci dalam perkembangan individu di era digital ini. Peran keluarga tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra dalam proses belajar dan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pendekatan pengasuhan yang kolaboratif sangat diperlukan.
Transformasi pola pengasuhan dari kontrol yang ketat menuju keterlibatan yang lebih aktif dan suportif adalah langkah yang penting. Penguatan resiliensi keluarga juga menjadi sorotan, di mana keluarga dilatih untuk mampu menghadapi tantangan bersama-sama.
Peran ayah dalam digital parenting juga disebut-sebut sebagai faktor yang tak boleh diabaikan. Ayah diharapkan dapat menjadi panutan dan menyemangati anak-anak dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Program Pembangunan Keluarga untuk Memperkuat Fungsi Keluarga
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN berkomitmen untuk memperkuat fungsi keluarga melalui berbagai inisiatif. Program-program pembangunan keluarga yang berbasis pada siklus kehidupan diharapkan dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh keluarga dalam menghadapi tantangan di era digital.
Dengan pendekatan yang terencana dan berkelanjutan, program-program ini berfokus pada peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pengasuhan yang baik. Kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat juga menjadi hal yang penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat untuk anak-anak.
Melalui program ini, diharapkan ada peningkatan pemahaman tentang dampak teknologi pada perkembangan anak. Sebagai contoh, pelatihan yang diadakan bisa membahas cara mengatasi paparan konten negatif dan memberikan strategi untuk mendukung mental dan emosional anak.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







