Dengue Jadi Fokus ASEAN, Biaya Perawatan Harus Dihapus Sebagai Beban
Table of content:
ASEAN kini semakin memperkuat kerjasama regional dalam upaya penanganan dengue, sebuah penyakit yang menjadi ancaman serius di wilayah ini. Dengan memasukkan penanganan dengue ke dalam cakupan Universal Health Coverage (UHC), diharapkan beban finansial yang ditanggung keluarga terdampak dapat berkurang secara signifikan.
Langkah strategis ini diambil karena tingginya biaya perawatan yang sering kali menjadi beban berat bagi masyarakat yang terinfeksi virus dengue. Fokus utama adalah perlindungan finansial yang mutlak diperlukan untuk menjamin kesejahteraan individu dan keluarga mereka yang terkena dampak.
Dengan meningkatnya frekuensi kasus dengue di kawasan Asia Tenggara, kolaborasi lintas negara menjadi sangat penting. Para ahli kesehatan di ASEAN sepakat bahwa pengendalian penyakit ini membutuhkan pendekatan multi-sektoral yang meliputi aspek medis, lingkungan, dan ekonomi.
Integrasi Penanganan Dengue dalam Sistem Kesehatan Sehat untuk Semua
Menurut Dr. Niti Haetanurak, Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, integrasi dengue ke dalam sistem UHC adalah langkah penting. Dalam Forum Regional Asia Tenggara Pertama untuk Pencegahan dan Pengendalian Dengue, ia menegaskan bahwa upaya ini adalah keharusan demi stabilitas ekonomi masyarakat.
Dia menekankan bahwa setiap negara anggota ASEAN harus bersinergi untuk memastikan bahwa tidak ada individu yang terhambat dalam mengakses layanan kesehatan ketika terinfeksi. Upaya ini penting untuk mengurangkan risiko pengeluaran pribadi yang tinggi di saat krisis kesehatan.
Dengan langkah ini, diharapkan dapat menekan biaya perawatan dan meningkatkan akses terhadap pengobatan yang tepat waktu. Situasi ini akan berdampak positif pada ketahanan ekonomi masyarakat yang terpengaruh oleh dengue.
Penanggulangan Dengue: Tugas Bersama di Kawasan ASEAN
Dengue bukan hanya masalah kesehatan publik, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas nasional di negara-negara ASEAN. Setiap tahun, jumlah kasus dengue meningkat, menimbulkan dampak serius pada sistem kesehatan dan ekonomi di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi negara anggota untuk melakukan standarisasi layanan kesehatan. Hal ini bertujuan agar penanganan dengue dapat berjalan lebih inklusif dan efektif untuk seluruh lapisan masyarakat.
Michael Glen, Koordinator Program Mitigasi Ancaman Biologis (MBT) Fase 2 Sekretariat ASEAN, menjelaskan, penetapan sistem UHC menjadi solusi untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat saat memerlukan perawatan. Dengan adanya standar pelayanan yang sama, semua warga ASEAN diharapkan dapat mendapatkan akses kesehatan tanpa terbebani biaya.
Peran Kolaborasi Antar Negara untuk Memperkuat Akses Kesehatan
Kerja sama antara negara-negara ASEAN diperlukan untuk menciptakan protokol pengobatan yang berstandar. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua warga, tanpa memandang status ekonomi, dapat menerima perawatan yang diperlukan saat terinfeksi dengue.
Langkah kolaboratif ini juga akan mendorong pertukaran informasi dan pengetahuan yang lebih baik. Setiap negara bisa belajar dari praktik terbaik yang telah diterapkan oleh negara lain dalam menangani penyebaran dengue.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan kolektif, ASEAN bisa mewujudkan sistem kesehatan yang lebih responsif dan adaptif dalam menangani dampak penyakit ini. Hal ini akan menjadikan kawasan lebih kuat dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







