Bahaya Sleep Call di Malam Hari dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Tidur
Table of content:

Tidur sambil melakukan sleep call merupakan praktik yang semakin umum di kalangan banyak orang, terutama bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh (LDR). Kebiasaan ini melibatkan ponsel yang dibiarkan aktif berjam-jam, seringkali diletakkan dekat kepala, dengan anggapan bahwa hal ini dapat mempererat ikatan emosional.
Meskipun terlihat tak berbahaya, membuat panggilan selama tidur sebenarnya berpotensi mengganggu kualitas istirahat. Penelitian menunjukkan bahwa otak tetap berada dalam kondisi siaga, mengurangi benefit dari tidur yang seharusnya memulihkan tubuh dan pikiran.
Selain itu, saat ponsel tetap menampilkan layar dengan notifikasi yang terus muncul, ini dapat mengganggu ritme alami tubuh. Akibatnya, meskipun durasi tidur mungkin cukup, kualitasnya bisa sangat dipertanyakan.
Risiko Kesehatan dari Kebiasaan Sleep Call yang Perlu Diketahui
Bagaimanapun, tidur adalah fase penting untuk pemulihan fisik dan mental. Dalam konteks sleep call, meskipun tubuh terpejam, otak tidak sepenuhnya beristirahat.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hiburan dari interaksi digital dapat membuat pikiran tetap aktif, yang berdampak negatif pada kualitas tidur. Dengan kata lain, tidur saat melakukan sleep call bisa mengakibatkan perasaan lelah meskipun sudah merasa cukup tidur.
Seseorang yang terbiasa melakukan sleep call mungkin akan menyadari bahwa mereka sering terbangun di tengah malam tanpa alasan yang jelas. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa kualitas tidur mereka terganggu, dan jika terus berlanjut, berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Pentingnya Kualitas Tidur dalam Kehidupan Sehari-hari
Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk fungsi tubuh dan mental yang optimal. Tidur yang berkualitas memungkinkan tubuh untuk memperbaiki diri dan mengatur berbagai proses metabolisme.
Dalam dunia yang semakin sibuk ini, banyak orang tidak menyadari bahwa mengorbankan tidur dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Kualitas tidur yang buruk dapat berhubungan dengan masalah kognitif, emosional, dan juga fisik.
Kurangnya tidur yang berkualitas dapat menyebabkan peningkatan stres dan kecemasan, yang berimplikasi pada produktivitas dan interpersonal dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan tidur berkualitas dibandingkan metode yang mungkin tampak membantu, tetapi sebenarnya merugikan.
Tips untuk Meningkatkan Kualitas Tidur di Era Digital
Agar kualitas tidur tetap terjaga, penting untuk membuat beberapa penyesuaian. Salah satunya adalah dengan menetapkan waktu tidur yang konsisten setiap malam.
Menjauhkan perangkat elektronik dari tempat tidur juga sangat membantu dalam mengurangi gangguan. Ini termasuk menghindari sleep call agar otak bisa sepenuhnya bersantai saat tidur.
Selain itu, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman—seperti menggunakan tirai gelap, mengatur suhu ruangan yang ideal, dan mengurangi kebisingan—dapat berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas tidur. Kombinasi semua langkah ini membantu menciptakan rutinitas tidur yang lebih sehat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







