10 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Kualitas Tidur Anda
Table of content:
Tidur dan bangun pada waktu yang bervariasi, terutama di akhir pekan, dapat mengganggu ritme biologis tubuh kita. Pola tidur yang tidak teratur dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, sehingga sangat penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara menjaga kualitas tidur yang baik.
Ahli tidur, Nicole Shallow, merekomendasikan agar kita bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk hari libur, untuk membantu membentuk pola tidur yang lebih konsisten. Jika kita mampu menjaga keteraturan ini, tubuh akan lebih mudah beradaptasi dan kita akan merasa lebih segar setiap hari.
Kebiasaan tidur yang buruk sering kali disebabkan oleh ketergantungan pada faktor eksternal, seperti suara televisi atau musik. Jika lingkungan tidur kita tidak sesuai dengan kebiasaan tersebut, maka tidur bisa menjadi terganggu, sehingga diperlukan usaha untuk mengurangi ketergantungan ini dan membangun rutinitas tidur yang lebih mandiri.
Pentingnya Menjaga Pola Tidur yang Konsisten Setiap Hari
Kebanyakan orang sering kali tidak menyadari dampak dari pola tidur yang tidak teratur. Sering kali, kita merasa tidak masalah untuk tidur larut malam di akhir pekan, tetapi ini justru bisa membuat kita merasa lelah di hari-hari berikutnya.
Pola tidur yang tidak stabil dapat mempengaruhi kesehatan kita dalam jangka panjang, termasuk risiko penyakit jantung dan gangguan mental. Oleh karena itu, menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten sangat penting untuk kesehatan tubuh dan pikiran.
Seiring waktu, jika kita terbiasa bangun pada jam yang sama setiap hari, tubuh kita akan lebih mudah beradaptasi dan tidur akan menjadi lebih berkualitas. Dengan demikian, kita dapat tidur lebih nyenyak dan terbangun dengan kondisi yang lebih prima setiap harinya.
Keterkaitan Antara Rutinitas Sebelum Tidur dan Kualitas Tidur
Rutinitas sebelum tidur yang baik berkontribusi terhadap kualitas tidur yang lebih baik. Menghindari layar gadget dan tempat yang bising sebelum tidur dapat membantu tubuh untuk bersiap-siap beristirahat.
Sebelum tidur, kita juga bisa melakukan aktivitas relaksasi, seperti membaca buku atau meditasi, untuk membantu menenangkan pikiran. Hal ini berfungsi untuk melepaskan stres yang sering kali menjadi penghalang bagi tidur yang berkualitas.
Dengan membangun rutinitas yang mendukung tidur, kita dapat mencapai tidur yang lebih nyenyak dan nyaman. Kesadaran akan perlunya waktu me-time sebelum tidur akan sangat membantu kita untuk mendapatkan ketenangan pikiran yang diperlukan.
Jenis-Jenis Chronotype yang Mempengaruhi Kualitas Tidur
Tahukah Anda bahwa setiap orang memiliki ritme biologis yang unik, yang dikenal sebagai chronotype? Mengetahui tipe chronotype kita dapat membantu menyesuaikan aktivitas harian dengan ritme tubuh.
Dalam bukunya, Arezzolo membagi chronotype menjadi tiga tipe utama: Beruang, Singa, dan Serigala. Setiap tipe memiliki karakteristik dan waktu produktif yang berbeda, yang memengaruhi pola tidur dan bangun kita.
Tipe Beruang cenderung aktif di siang hari dan butuh sekitar sembilan jam tidur untuk merasa segar. Sementara itu, tipe Singa adalah mereka yang bangun lebih pagi dan lebih berenergi di pagi hari, sedangkan tipe Serigala lebih aktif di malam hari.
Dengan memahami chronotype kita, kita bisa mengatur jadwal kerja dan aktivitas lainnya agar sesuai dengan waktu-waktu ketika tubuh lebih produktif. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas tidur tetapi juga membantu kita merasa lebih bugar saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







