TKA SMA Selesai, Kemendikdasmen: Pemahaman Tekstual Siswa Secara Nasional 49,21%
Table of content:
JAKARTA – Hasil dari Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan di akhir tahun 2025 menunjukkan perkembangan positif dalam karakter sosial siswa di Indonesia. Capaian ini terwujud dalam kemajuan yang signifikan pada mata pelajaran yang berbasis literasi serta penguatan nilai sosial dalam konteks pendidikan nasional.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati, menerangkan bahwa analisis data dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah menegaskan bahwa siswa memiliki kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual. Hal ini terlihat jelas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan mata pelajaran pilihan seperti PPKn, Antropologi, dan Geografi.
“Siswa menunjukkan kemampuan memahami kosakata dengan baik, termasuk kata serapan dari bahasa daerah dan asing. Mereka juga mampu mengidentifikasi latar cerita, karakter, dan fenomena dalam teks fiksi maupun nonfiksi serta menyusun kerangka berpikir berdasarkan struktur teks yang ada,” ungkap Rahmawati pada Selasa (3/2/2026).
Rahmawati menambahkan bahwa siswa juga cukup terampil dalam menjelaskan makna antar kalimat atau paragraf dalam teks, serta memprediksi kelanjutan atau akhir cerita berdasarkan bagian tertentu yang mereka baca. Capaian tersebut mencerminkan pemahaman tekstual di tingkat nasional mencapai angka 49,21 persen, sedangkan pemahaman inferensial berada di angka 43,21 persen, dan evaluasi serta apresiasi di angka 45,32 persen.
Dalam data yang diperoleh dari mata pelajaran pilihan seperti PPKn, yang diikuti oleh 1.087.283 peserta dari 30.745 sekolah, nilai rata-rata nasional tercatat pada angka 60,91. Di sini, sekitar 10 persen siswa berada dalam kategori nilai istimewa, 15 persen dalam kategori baik, 30,9 persen masuk kategori memadai, dan 44,1 persen kategori kurang.
Analisis Mendalam Mengenai Capaian Pendidikan Siswa
Analisis lebih lanjut mengenai capaian pendidikan siswa mengungkapkan adanya pergeseran dalam cara pandang terhadap literasi di kalangan siswa. Kesadaran akan pentingnya kemampuan membaca dan memahami teks terus berkembang, dan hal ini tercermin dari prestasi yang diperoleh dalam TKA.
Selain kemampuan literasi, siswa juga menunjukkan kemajuan dalam berpikir kritis dan analitis. Kemampuan ini sangat penting dalam mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia yang semakin kompleks. Keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk terlibat secara lebih aktif dalam proses belajar mereka.
Kemajuan dalam aspek sosial juga memainkan peran penting dalam pendidikan di Indonesia. Siswa yang terampil dalam interaksi sosial akan lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar serta memupuk empati dan kerja sama. Ini adalah keterampilan esensial yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat modern.
Pentingnya Pembelajaran Berbasis Literasi untuk Masa Depan
Pembelajaran berbasis literasi menjadi kunci untuk mempersiapkan siswa menuju masa depan yang lebih cerah. Dengan memiliki kemampuan membaca dan memahami teks serta berpikir kritis dan analitis, siswa lebih siap untuk menghadapi tantangan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi maupun di dunia kerja.
Implementasi kurikulum yang mendorong pengembangan literasi harus terus dioptimalkan. Fleksibilitas dalam memilih mata pelajaran juga memberikan siswa kebebasan untuk mengeksplorasi minat mereka lebih dalam, sehingga menghasilkan individu yang lebih holistik dan berdaya saing.
Penting pula untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung di mana siswa merasa nyaman mengembangkan pemikirannya. Sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya menawarkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan keterampilan sosial yang penting bagi perkembangan pribadi dan profesional siswa.
Peran Guru dalam Meningkatkan Capaian Akademis Siswa
Guru memiliki peran sentral dalam meningkatkan capaian akademis siswa. Dengan metode pengajaran yang inovatif dan interaktif, mereka dapat membantu siswa terjun lebih dalam dalam proses pembelajaran. Adanya pelatihan guru secara berkelanjutan juga sangat penting untuk memastikan bahwa cara mengajar mereka selalu relevan dengan perkembangan zaman.
Kolaborasi antara guru dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan siswa. Keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan dapat menciptakan sinergi yang positif, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
Secara keseluruhan, keberhasilan siswa dalam Tes Kemampuan Akademik mencerminkan perjalanan panjang dalam sistem pendidikan. Hasil ini menjadi indikator bahwa langkah-langkah yang diambil dalam upaya perbaikan pendidikan sudah mulai menunjukkan hasil. Ke depan, perlu ada lebih banyak inisiatif untuk juga memperkuat karakter dan etika siswa sebagai bagian dari pendidikan yang seimbang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








