Kisah Penemu BBM Bobibos M. Ikhlas Thamrin Lulusan Fakultas Hukum UNS
Table of content:
Nama Muhammad Ikhlas Thamrin menarik perhatian publik setelah berhasil menciptakan BBM Bobibos, bahan bakar nabati yang diakui memiliki kualitas mendekati RON 98. Menariknya, sosok yang berada di balik inovasi tersebut merupakan lulusan Fakultas Hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2001, yang jauh dari bidang teknik atau teknik energi.
Sejak tahun 2007, Ikhlas telah menggeluti penelitian di bidang energi, berupaya menemukan solusi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian yang dilakukannya terhadap BBM nabati telah menjalani uji coba di Subang dengan traktor diesel, menunjukkan hasil yang memuaskan.
Pengembangan Bobibos sebagai bahan bakar alternatif berbasis tanaman tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan. Ikhlas menekankan bahwa gagasan ini muncul dari pemahamannya akan Al-Qur’an, terutama dari surat Yasin ayat 80 yang menjelaskan tentang potensi tanaman dalam menghasilkan energi.
Kisah Inspiratif di Balik Penemuan BBM Bobibos
Menurut Ikhlas, inspirasi untuk mengembangkan Bobibos datang dari keinginannya mempersembahkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Dalam pandangannya, energi dapat diperoleh dari sumber daya alam yang ada, terutama dari tanaman hijau.
Dia menguraikan bahwa dalam Al-Qur’an, terdapat petunjuk bahwa dari tanaman dapat dihasilkan api, yang merupakan simbol energi. Ketekunan dan dedikasi dalam melakukan riset mendalam menjadi kunci untuk mengubah inspirasi tersebut menjadi kenyataan yang berharga.
Di dalam prosesnya, Ikhlas menghadapi berbagai tantangan namun tetap optimis untuk mengubah konsep tersebut menjadi inovasi yang nyata. Melalui berbagai pengujian dan riset, ia berusaha membuktikan bahwa bahan bakar nabati ini dapat menjadi solusi energi yang lebih baik untuk masa depan.
Pentingnya Pengujian Resmi untuk Inovasi BBM
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menekankan bahwa setiap produk bahan bakar yang dipasarkan harus melalui proses pengujian yang resmi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa BBM yang beredar di masyarakat sudah memenuhi standar yang ditetapkan.
Meski Bobibos telah menjalani riset selama sepuluh tahun, Laode menyatakan bahwa pengujian formal di Kementerian ESDM memerlukan minimal delapan bulan. Ini menunjukkan bahwa meskipun inovasi mungkin datang dari ide yang brilian, prosedur kehati-hatian tetap harus diutamakan.
Laode juga menambahkan bahwa inovasi yang dihasilkan anak bangsa layak mendapatkan apresiasi. Namun, langkah-langkah pengujian dan evaluasi yang ketat merupakan bagian dari proses yang tidak bisa diabaikan untuk menjamin kualitas produk.
Harapan dan Tujuan di Balik BBM Bobibos
Ikhlas berharap Bobibos dapat mempersembahkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas, mengingat berkaitan erat dengan potensi energi yang lebih bersih. Ia percaya bahwa inovasi ini bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang semakin menipis dan merusak lingkungan.
Dalam pandangannya, mengembangkan BBM berbasis nabati adalah bagian dari kontribusi untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan. Bobibos tidak hanya berfungsi sebagai alternatif energi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal melalui penggunaan bahan baku dari tanaman yang dapat ditanam secara lokal.
Sebagai lulusan Fakultas Hukum, perjalanan Ikhlas ke dunia teknologi energi menunjukkan bahwa batas antara disiplin ilmu semakin kabur. Dedikasi dan keberaniannya mengambil langkah di luar zona nyaman memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk menjelajahi bidang baru dalam upaya menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







