Asal Usul Oxford Kampus Tertua Tempat Mengajar Sri Mulyani Tahun 2026
Table of content:
Oxford adalah simbol kebangkitan intelektual yang telah berdiri selama lebih dari sembilan abad. Terkenal sebagai universitas tertua berbahasa Inggris di dunia, tempat ini memiliki sejarah yang kaya dan menarik untuk diselami.
Sejak pertengahan abad ke-12, Oxford telah menjadi pusat pendidikan tinggi yang dinamis. Awalnya dibentuk sebagai tempat pengajaran, universitas ini telah tumbuh dan beradaptasi dengan berbagai perubahan sosial dan politik sepanjang sejarahnya.
Keberadaan universitas ini tidak hanya mempengaruhi Inggris, tetapi juga memberikan dampak global. Dekade demi dekade, Oxford telah melahirkan banyak pemikir, ilmuwan, dan pemimpin yang mengubah dunia.
Cerminan Sejarah Awal Oxford yang Menarik
Tanggal pasti pendiriannya tidak pernah jelas, namun pengajaran di Oxford sudah tercatat ada sejak tahun 1096. Awalnya, kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam suasana informal dan tidak terstruktur.
Sejak tahun 1167, perkembangan signifikan terjadi ketika King Henry II melarang mahasiswa Inggris untuk belajar di Universitas Paris. Keputusan ini mengakibatkan lonjakan pendaftaran mahasiswa di Oxford.
Sejarawan Gerald of Wales berkunjung pada tahun 1188 dan memberikan pembacaan kepada dosen dan mahasiswa Oxford. Kunjungan ini menjadi salah satu momen penting yang memperkenalkan Oxford kepada dunia ilmiah yang lebih luas.
Penghargaan dan Perkembangan yang Menakjubkan
Dengan kedatangan Emo dari Friesland sekitar tahun 1190, Oxford menjadi tempat bagi mahasiswa luar negeri pertama yang tercatat. Ini membuka jalan bagi kerjasama internasional dalam bidang pendidikan yang semakin menguat.
Pada tahun 1201, Oxford dipimpin oleh seorang ‘magister scholarum’, yang kemudian diangkat sebagai Kanselir pada tahun 1214. Pengakuan ini menandai langkah awal menuju pembentukan struktur formal universitas.
Abad ke-13 menjadi titik balik bagi Oxford dengan berdirinya perguruan tinggi pertama, yang mulai berfungsi sebagai tempat tinggal bagi mahasiswa. Inisiatif ini kemudian membentuk fondasi bagi pertumbuhan institusi pendidikan tinggi yang resmi.
Kontribusi kepada Ilmu Pengetahuan dan Masyarakat
Oxford menjadi pusat belajar yang diakui tidak hanya di Inggris tetapi juga di seluruh Eropa. Kurikulum yang diajarkan di sana sangat dihormati dan terus berkembang sesuai dengan waktu.
Pada tahun 1355, Raja Edward III memberikan penghargaan kepada universitas ini atas kontribusinya yang signifikan bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Momen ini menjadi pengakuan formal akan pentingnya Oxford dalam sejarah akademis.
Oxford juga berperan penting dalam berbagai kontroversi sosial dan politik. Cendekiawan seperti John Wyclif, yang merupakan Master di Balliol pada abad ke-14, memperjuangkan penerbitan Alkitab dalam bahasa Inggris sebagai tantangan kepada kekuasaan gereja.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







