Mata Sakit Saat Kena Cahaya? Ini Ciri Khas Penyakit Uveitis menurut Dokter
Table of content:
Uveitis adalah penyakit mata yang sering kali terabaikan, namun dampaknya bisa sangat serius dan berpotensi mengancam indera penglihatan seseorang. Masyarakat umumnya kurang memahami penyakit ini, meskipun uveitis bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Kondisi ini muncul ketika terjadi peradangan di uvea, yaitu lapisan tengah mata yang mencakup iris, badan siliaris, dan koroid. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala awal uveitis agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Uveitis dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, meskipun sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya terjadi pada orang dewasa. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat lebih peka terhadap gejala yang mungkin muncul, terutama pada anak-anak yang mungkin tidak dapat menggambarkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang mereka alami.
Pentingnya Diagnosis Dini Dalam Penanganan Uveitis
Diagnosis dini sangat krusial dalam menangani uveitis, karena penanganan yang terlambat dapat mengakibatkan komplikasi serius, termasuk kebutaan. Konsultasi dengan dokter mata pada gejala awal dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan mata.
Salah satu tanda paling umum dari uveitis adalah mata merah, meskipun tidak semua kondisi mata merah merupakan indikasi uveitis. Dalam banyak kasus, gejala ini juga dapat disertai dengan ketidaknyamanan, seperti rasa sakit atau penglihatan yang kabur.
Mereka yang mengalami gejala seperti mata merah yang tidak kunjung membaik sebaiknya segera mencari bantuan medis. Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan termasuk perubahan pada penglihatan dan sensitifitas terhadap cahaya.
Gejala dan Tanda Uveitis yang Perlu Diketahui
Tanda dan gejala uveitis bisa bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi peradangan. Selain mata merah, beberapa orang mungkin juga mengalami penglihatan kabur, nyeri, atau rasa tidak nyaman di area mata.
Kondisi ini kadang-kadang dapat disertai dengan keluarnya air mata atau kepekaan terhadap cahaya, yang dapat memperburuk ketidaknyamanan. Namun, tidak semua kondisi uveitis akan menampilkan gejala yang sama; ada kalanya peradangan tidak disertai dengan keluarnya nanah.
Tanda-tanda lain yang dapat muncul adalah penglihatan yang mendadak hilang pada satu mata. Jika seseorang mengalami hal ini, tindakan medis harus dilakukan segera untuk mencegah kerusakan permanen.
Faktor Penyebab dan Risiko Uveitis yang Perlu Dipahami
Penyebab uveitis dapat beragam, mulai dari infeksi, autoimun, hingga trauma. Beberapa kondisi medis dalam kategori penyakit autoimun dapat meningkatkan risiko terjadinya uveitis.
Infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri juga merupakan salah satu faktor penyebab utama penyakit ini. Dalam beberapa kasus, uveitis dapat dipicu oleh infeksi sistemik yang mempengaruhi kesehatan seluruh tubuh.
Orang yang memiliki riwayat penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis, harus lebih waspada terhadap gejala uveitis. Pemantauan yang ketat dan perawatan yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi yang serius.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







