8 Juta Warga Muhammadiyah Jawa Timur Melaksanakan Salat Tarawih Perdana Malam Ini
Table of content:
Sebanyak 8 juta warga Muhammadiyah di Jawa Timur bersiap untuk melaksanakan salat tarawih perdana malam ini. Penetapan Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, membuat antusiasme umat semakin meningkat.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sukadiono, menegaskan bahwa keputusan ini mengikuti maklumat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengumuman ini dilakukan jauh-jauh hari untuk memfasilitasi umat dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci.
Sebelum pelaksanaan Salat Tarawih, Sukadiono dan jajarannya telah memberikan informasi penting kepada seluruh warga untuk menyiapkan sarana dan prasarana. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk.
Persiapan Menyambut Bulan Ramadan
Dalam rangka menyambut bulan Ramadan dengan baik, Muhammadiyah di Jawa Timur telah melakukan pengumuman dan koordinasi dengan berbagai masjid dan musala. Dengan jumlah masjid dan musala mencapai 5.400, semua akan melaksanakan ibadah salat tarawih pada malam hari ini.
Seluruh pengurus cabang hingga ranting juga telah dilibatkan dalam persiapan ini. Koordinasi yang baik diharapkan dapat menjamin bahwa kegiatan keagamaan di bulan Ramadan dapat berlangsung dengan tertib.
Sukadiono menambahkan bahwa persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan pelaksanaan salat tarawih. Hal ini termasuk menyiapkan tempat yang nyaman dan aman untuk para jemaah.
Kepentingan Menghargai Perbedaan
Dalam menyambut Ramadan, penting bagi warga Muhammadiyah untuk memahami dan menghargai perbedaan pelaksanaan Ramadan dengan organisasi lain. Sukadiono menegaskan bahwa perbedaan ini adalah hal yang lumrah dan telah terjadi setiap tahun.
Dengan saling menghargai, diharapkan umat Islam dapat menunjukkan kedewasaan dalam beribadah. Sikap saling menghormati ini menjadi salah satu prinsip penting dalam menjalani kehidupan beragama di tengah masyarakat yang beragam.
Warga Muhammadiyah diingatkan agar menjaga suasana khusyuk selama pelaksanaan ibadah. Hal ini termasuk pembatasan suara dari sound system dan speaker agar tidak mengganggu kelompok lain yang sedang beribadah.
Harapan untuk Ketertiban dan Kesantunan
Di tengah gejolak dan dinamika yang ada, Sukadiono berharap agar warga Muhammadiyah dapat menjaga ketertiban dan kesantunan dalam melaksanakan ibadah. Hal ini menunjukkan komitmen untuk beribadah sambil tetap menghormati orang lain.
“Kita ingin ibadah salat tarawih ini menambah ketenangan dan kedamaian di bulan Ramadan,” ujarnya. Diharapkan, pelaksanaan ibadah dapat berlangsung tanpa ada penyinggungan bagi pihak lain.
Komitmen untuk menjaga kesantunan saat beribadah juga mencerminkan citra positif dari organisasi ini. Dengan demikian, harapan untuk menciptakan suasana Ramadan yang harmonis dapat terwujud.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







