Produsen Mobil Komersial Klaim TKDN Tertinggi di RI
Table of content:
Hino, sebagai salah satu merek terdepan dalam industri kendaraan komersial Indonesia, mengukuhkan dirinya dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sangat tinggi. Komitmen ini menunjukkan dukungan kuat terhadap industri otomotif dalam negeri sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur yang ada.
Sejak tahun 1982, Hino telah beroperasi di Indonesia melalui perakitan kendaraan yang dimulai di Hino Indonesia Manufacturing. Perjalanan ini semakin berkembang ketika menjadi Hino Motors Manufacturing Indonesia pada April 2003, menandakan langkah signifikan dalam industri otomotif lokal.
Kepemilikan mayoritas Hino didominasi oleh Hino Motor Ltd dengan persentase sebesar 90 persen. Sisanya dimiliki oleh Grup Indomobil, mendukung kolaborasi strategis dalam industri otomotif nasional, yang telah berinvestasi sebesar US$112,5 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.
Harianto Sariyan, Direktur HMMI, menyatakan bahwa hingga saat ini, Hino telah memperoleh sertifikasi TKDN untuk 31 jenis kendaraan niaga, termasuk bus dan truk, dengan persentase yang bervariasi antara 44,35 persen hingga 57,26 persen. Pencapaian ini bukan hanya menguatkan posisi Hino di pasar, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
Komitmen terhadap Pemberdayaan Rantai Pasok Lokal yang Kuat
Harianto menjelaskan bahwa Hino merupakan pelopor dalam pabrikan kendaraan komersial lokal karena TKDN yang melebihi 50 persen. Ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal dan pengembangan pemasok dalam negeri.
Salah satu indikator keberhasilan strategi ini adalah Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) yang mencapai 14,10 persen. Ini menunjukkan dampak yang nyata dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar pabrik.
Pabrik Hino terletak di Purwakarta, Jawa Barat, dengan luas total mencapai 296.000 m² dan bangunan seluas lebih dari 169.000 m². Fasilitas ini telah dilengkapi dengan tenaga kerja yang terlatih, berjumlah 1.548 orang, untuk mendukung operasi manufaktur.
Kapasitas produksi yang mengesankan hingga 75 ribu unit per tahun mencerminkan komitmen Hino untuk memenuhi permintaan kendaraan di dalam negeri. Selain itu, pabrik ini juga berfungsi sebagai basis untuk ekspor ke pasar luar negeri, menunjukkan bahwa Hino beroperasi tidak hanya sebagai pemain lokal tetapi juga global.
Hino Indonesia secara konsisten berkontribusi pada pasar global, dengan melakukan ekspor kendaraan utuh (CBU) dan komponen ke berbagai negara. Meskipun berfokus pada pasar domestik, Hino juga mempertahankan standar kualitas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Pencapaian dan Strategi Ekspor Hino ke Berbagai Negara
Sejak ekspor perdana dimulai pada tahun 2011, Hino Indonesia telah melakukan pengiriman kendaraan ke berbagai negara di Asia Tenggara dan lebih jauh lagi. Negara tujuan tersebut termasuk Filipina, Vietnam, serta negara-negara di Amerika Selatan seperti Bolivia dan Haiti.
Strategi Hino untuk memperluas jangkauan pasar internasional menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan di Indonesia dapat bersaing secara global. Hal ini memperkuat reputasi Hino di mata pelanggan internasional.
Kendaraan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar lokal tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan pasar masing-masing negara. Ini merupakan bukti dari fleksibilitas dan inovasi yang diterapkan dalam proses produksi.
Dengan adanya pertumbuhan yang berkelanjutan dalam kapasitas produksi dan pengembangan produk, Hino berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan. Hal ini diharapkan dapat lebih memperkuat posisinya di pasaran internasional.
Di samping itu, kerja sama dengan pemerintah lokal dan pemasok juga menjadi salah satu kunci keberhasilan Hino dalam menjalankan strategi ekspor. Dukungan ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan di industri otomotif.
Peran Hino dalam Mendorong Inovasi dan Teknologi di Indonesia
Hino tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk inovasi yang lebih baik. Ini termasuk penerapan teknologi ramah lingkungan yang mengurangi emisi dan dampak negatif terhadap lingkungan.
Dengan berkembangnya kebutuhan pasar akan kendaraan yang lebih efisien, Hino berupaya menghadirkan produk yang lebih hemat energi dan memiliki desain yang modern. Hal ini sejalan dengan tren global dalam industri otomotif yang semakin mengedepankan keberlanjutan.
Adopsi teknologi mutakhir dalam proses produksi juga menjadi fokus Hino. Dengan memanfaatkan teknologi otomasi dan digitalisasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya produksi.
Kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset juga diperkuat untuk mendorong inovasi. Melalui kolaborasi ini, Hino dapat menjajaki kemungkinan meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Dengan kombinasi antara inovasi teknologi dan komitmen terhadap pemberdayaan lokal, Hino bertekad untuk tetap menjadi pemimpin dalam industri kendaraan komersial. Masa depan yang cerah diharapkan akan menjadi hasil dari upaya berkelanjutan ini dalam menciptakan produk yang memenuhi harapan pelanggan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









