Proyek Kabel Laut Jakarta-Batam ‘Rising 8’ Diharapkan Beroperasi April 2026
Table of content:
Proyek ini bukan hanya terfokus pada kapasitas jaringan, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan serta legalitas dalam setiap tahap pengembangannya. Dengan rute kabel yang ditentukan, proyek ini mematuhi Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan yang mengatur mengenai alur pipa dan kabel bawah laut, memastikan kepatuhan dan melindungi ekosistem laut.
Chief Operating Officer PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Dani Samsul Ependi, menyampaikan bahwa untuk meminimalisir kerusakan yang mungkin terjadi akibat aktivitas kapal atau penangkapan ikan, penggunaan teknologi penanaman kabel dengan kedalaman maksimum menjadi prioritas utama. Dengan penerapan teknologi modern, efektivitas dan keamanan jaringan bawah laut dapat terjaga dengan baik.
“Teknologi repeater yang kami aplikasikan memiliki desain yang kompak, sehingga memungkinkan proses penanaman dilakukan bersamaan dengan penggelaran kabel tanpa mengurangi efektivitas,” ungkap Dani. Ini menunjukkan bahwa dalam proyek ini, efisiensi dan inovasi menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan jaringan.
Proyek ini mencakup panjang total 1.128 kilometer, yang dibagi dalam dua segmen utama. Pertama, segmen Jakarta-Batam sepanjang 1.053,5 kilometer yang dibangun secara mandiri oleh pihak Triasmitra, dan kedua, segmen Batam-Singapura yang mencakup 75 kilometer yang merupakan hasil kolaborasi dengan Moratelindo.
- Segmen Jakarta-Batam (1.053,5 km): Dibangun secara mandiri oleh Triasmitra.
- Segmen Batam-Singapura (75 km): Hasil kolaborasi antara Triasmitra dan Moratelindo.
Selain itu, pengembangan titik pendaratan kabel juga diperhatikan dengan cermat. Di Tanjung Pakis (Karawang), sebuah stasiun pendaratan (landing station) kabel telah dibangun dengan standar tinggi, mendapatkan sertifikasi Design Tier 3, dan menyediakan kapasitas daya awal sebesar 800 kW yang dapat ditingkatkan hingga 1,6 MW.
Titik pendaratan lainnya berada di Tanjung Bemban (Batam), di mana dukungan daya listrik mencapai 2,5 MW dengan berbagai sertifikasi ISO di bidang manajemen mutu dan keamanan informasi. Untuk wilayah Singapura, kabel dijadwalkan untuk mendarat di North Changi 1A, yang merupakan lokasi strategis untuk mengoptimalkan konektivitas.
Inovasi Teknologi dalam Proyek Kabel Bawah Laut
Dalam proyek kabel bawah laut ini, inovasi teknologi menjadi salah satu faktor penentu yang mendukung keberhasilan pembangunan. Teknologi repeater yang digunakan merupakan salah satu contoh nyata dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas jaringan yang dibangun. Dalam konteks ini, desain kompak yang diaplikasikan memungkinkan penggelaran kabel dilakukan dengan lebih cepat dan aman.
Penerapan teknologi modern dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi menjadi sangat penting. Dengan adanya kemampuan untuk memantau kondisi kabel secara real-time, tim teknis dapat melakukan tindakan preventif jika terdeteksi adanya gangguan. Hal ini tentunya berkontribusi pada peningkatan layanan yang diberikan kepada pengguna.
Aspek keselamatan juga menjadi fokus utama dalam proyek ini. Dengan penanaman kabel pada kedalaman optimum, risiko kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas kapal atau penangkapan ikan dapat diminimalisir. Ini menunjukkan bahwa proyek ini memperhatikan keselamatan, tidak hanya dari sisi teknis namun juga lingkungan.
Saat ini, industri telekomunikasi semakin berkembang dengan cepat, dan proyek ini menjadi bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan jalur yang lebih cepat dan aman, diharapkan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar negara di kawasan ini.
Berbagai Tantangan yang Dihadapi Selama Proyek Ini
Tantangan yang dihadapi selama pengembangan proyek kabel bawah laut ini cukup signifikan. Salah satu yang paling utama ialah perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, seperti yang ditetapkan oleh pemerintah. Proses ini terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama dan memerlukan koordinasi antar instansi yang berbeda.
Selain itu, tantangan geografis juga menjadi hambatan tersendiri. Rute kabel yang harus melewati berbagai kondisi laut dan daratan memerlukan perencanaan yang matang untuk memastikan tidak hanya kelancaran, tetapi juga keberlanjutan proyek. Oleh karena itu, pelibatan ahli dan teknologi mutakhir sangat diperlukan.
Faktor cuaca juga menjadi tantangan yang tidak boleh diabaikan. Proyek yang melibatkan instalasi di bawah air ini sangat bergantung pada kondisi cuaca, dan perubahan cuaca yang tiba-tiba bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak terduga. Perencanaan yang baik diharapkan dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh faktor eksternal ini.
Di samping itu, kolaborasi antara berbagai stakeholder menjadi aspek penting dalam menyelesaikan proyek ini. Komunikasi dan kerjasama yang baik di antara semua pihak yang terlibat, baik pemerintah, perusahaan swasta, maupun masyarakat, menjadi kunci untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama pelaksanaan proyek.
Dampak Sosial dan Ekonomi Proyek Kabel Bawah Laut
Proyek kabel bawah laut ini diperkirakan akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, konektivitas antar wilayah akan meningkat, yang pada gilirannya akan mendukung aktivitas bisnis dan perdagangan. Ini juga akan menciptakan berbagai peluang kerja baru, baik di jalur konstruksi maupun operasional.
Dari sisi sosial, proyek ini berpotensi untuk meningkatkan akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat. Dalam era digital seperti sekarang, akses internet yang cepat dan stabil sangat penting untuk pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Tentu saja, untuk memaksimalkan dampak positif tersebut, perlu adanya edukasi dan pelatihan bagi masyarakat setempat. Dengan keterampilan yang tepat, mereka dapat terlibat dalam proyek dan mendapatkan manfaat dari peluang yang ada. Oleh karena itu, program pemberdayaan masyarakat juga penting untuk diperhatikan.
Secara keseluruhan, proyek kabel bawah laut ini bukan hanya suatu investasi dalam infrastruktur, tetapi juga investasi dalam kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan kerja sama yang baik, diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









