37 RT dan 12 Jalan Masih Tergenang Air
Table of content:
Baru-baru ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir melanda sejumlah wilayah di ibu kota. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, sebanyak 37 RT dan 12 ruas jalan terendam air, menciptakan tantangan besar bagi penduduk yang tinggal di daerah tersebut.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa hingga pukul 20.00 WIB, ada 19 RT di Jakarta Barat yang terendam dengan tinggi air 10-50 sentimeter. Sementara itu, di Jakarta Timur terdapat 11 RT yang terendam dengan ketinggian 60-80 cm, menambah daftar wilayah yang terkena dampak banjir.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa di Jakarta Utara, empat RT terendam dengan ketinggian air mencapai 25-30 cm, dan tiga RT di Jakarta Selatan terendam dengan ketinggian 30 cm. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah yang berupaya menangani masalah ini secepat mungkin.
Dampak Banjir Terhadap Wilayah Jakarta dan Warga Sekitar
Banjir yang melanda Jakarta menyebabkan tidak hanya kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari penduduk. Banyak jalan yang terputus, membuat mobilitas warga menjadi terhambat dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Beberapa warga yang tinggal di daerah terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam laporan, Yohan menyebutkan bahwa ada pengungsi di berbagai kelurahan, seperti di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
Di Kelurahan Tegal Alur, sekitar 12 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi bersama 29 jiwa. Di sisi lain, di Jakarta Timur, Kelurahan Rawa Terate mencatatkan 35 KK dengan jumlah 105 jiwa yang juga harus meninggalkan rumah mereka.
Upaya yang Dilakukan BPBD dalam Penanganan Banjir
BPBD DKI Jakarta langsung beraksi dengan menerjunkan personelnya ke lapangan untuk memantau kondisi genangan di berbagai wilayah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk menanggulangi genangan yang ada.
Selain itu, upaya penyedotan genangan juga dilakukan untuk meringankan beban warga yang terkena dampak. Hal ini penting agar genangan air tidak terus bertahan dan menyebabkan lebih banyak masalah di kemudian hari.
Pihak BPBD juga memastikan bahwa saluran-saluran air berfungsi dengan baik untuk mengurangi potensi banjir di masa depan. Penanganan yang cepat dan responsif diperlukan untuk menjaga keselamatan warga dan meminimalkan kerugian.
Pentingnya Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Dalam situasi yang tidak terduga, seperti banjir, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting. BPBD mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi banjir, terutama saat cuaca ekstrem.
Warga diingatkan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi mengenai cuaca dan situasi terkini. Mereka juga disarankan untuk menyimpan nomor kontak darurat, seperti nomor telepon 112, untuk menghubungi pihak berwenang dalam keadaan darurat.
Langkah pencegahan yang baik dapat mengurangi kemungkinan dampak buruk saat banjir terjadi. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat diharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat saat bencana datang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







