Pendakian Gunung Prau Ditutup 19 Januari 2026 untuk Reboisasi dan Donasi Bibit Tanaman
Table of content:
Pengelola Gunung Prau di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, telah mengumumkan penutupan jalur pendakian yang berlaku mulai Senin, 19 Januari 2026. Penutupan ini direncanakan berlangsung selama dua bulan sampai 20 Maret 2026 sehingga para pendaki diimbau untuk mematuhi kebijakan tersebut.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi. Surat edaran mengenai penutupan ini dikeluarkan oleh Forum Koordinasi Gunung Prau Indonesia dan memperingatkan akan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan para pendaki.
Penutupan ini mencakup enam jalur pendakian populer, termasuk Patak Banteng dan Dieng. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi cuaca yang berisiko dan untuk melakukan pembenahan pada jalur pendakian yang ada.
Pentingnya Penutupan Jalur Pendakian bagi Keamanan Pendaki
Ketua Umum FKPI, Harsono, menjelaskan bahwa penutupan diperlukan untuk mencegah potensi kecelakaan. Cuaca buruk bisa sangat berisiko bagi para pendaki yang tidak siap menghadapi kondisi ekstrem di pegunungan.
Selain itu, pembenahan jalur pendakian dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan saat para pendaki kembali setelah penutupan. Proses perbaikan ini diharapkan bisa memperbaiki kondisi jalur yang mungkin sudah mulai rusak akibat banyaknya aktivitas pendakian.
Pihak pengelola juga akan melakukan reboisasi dan penanaman pohon selama masa penutupan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelestarian alam di sekitar Gunung Prau.
Langkah-langkah Positif yang Diambil oleh Pengelola
Reboisasi akan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pengelola basecamp. Ini adalah upaya yang signifikan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan menjaga biodiversitas di sana.
Jenisa pohon yang akan ditanam adalah pohon endemik yang tumbuh di Gunung Prau, sehingga diharapkan bisa beradaptasi dengan baik. Salah satu jenis yang disebutkan adalah pohon cemara gembel yang dikenal memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam bertahan hidup.
Selain reboisasi, pihak pengelola juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam bentuk donasi. Ini adalah cara yang baik bagi mereka yang peduli terhadap lingkungan untuk membantu dalam program penghijauan ini.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keberlanjutan Gunung Prau
Seluruh pendaki, pegiat alam, dan wisatawan diminta untuk mematuhi kebijakan yang ditetapkan oleh pengelola. Hal ini tidak hanya demi keselamatan pribadi, tetapi juga demi kelangsungan lingkungan di sekitarnya.
Proses registrasi pendakian sampai saat ini masih dilakukan secara offline. Ini merupakan cara untuk lebih mengontrol jumlah pendaki yang masuk dan memastikan keamanan selama mendaki.
Masyarakat diharapkan memiliki rasa kepemilikan terhadap Gunung Prau dan berpartisipasi aktif dalam konservasi. Dengan begitu, keindahan dan keberlanjutan alam dapat terjaga untuk generasi mendatang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







