Kronologi Perselisihan Atalia dan RK hingga Putusan Pengadilan Cerai
Table of content:
Penceraian antara Atalia Praratya dan Ridwan Kamil menjadi perhatian publik setelah Pengadilan Agama Kota Bandung mengabulkan gugatan cerai yang diajukan Atalia. Keputusan ini mencerminkan ketidakcocokan dalam hubungan mereka yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan berpotensi mengubah dinamika kehidupan keduanya, termasuk pengasuhan anak. Meski mereka memiliki kesempatan untuk mengajukan banding, kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang proses ini.
Melihat kembali perjalanan hubungan Atalia dan Ridwan, banyak yang bertanya-tanya mengenai latar belakang perselisihan yang menyebabkan keputusan drastis ini. Di sisi lain, keduanya juga mulai mengungkapkan pernyataan resmi terkait perpisahan ini, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai upaya mediasi.
Pada 7 Januari lalu, persidangan mencapai keputusan akhir dengan mengeluarkan putusan resmi mengenai status hubungan mereka. Dalam hal ini, pengadilan tidak hanya mempertimbangkan aspek pribadi, tetapi juga melibatkan hak asuh anak yang menjadi salah satu fokus utama dalam perceraian ini.
Hak Asuh Anak dalam Perceraian Atalia dan Ridwan Kamil
Dalam putusan yang diumumkan, anak kedua pasangan ini, Camillia Azzahra, diberikan hak asuh kepada Atalia. Di sisi lain, ada juga anak angkat mereka, Arkana Aidan Misbach, yang tak masuk dalam putusan ini. Meski demikian, Atalia dan Ridwan sepakat untuk mengasuh Arkana bersama-sama sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Kuasa hukum Atalia menjelaskan bahwa tidak adanya pengaturan khusus untuk Arkana menunjukkan statusnya sebagai anak negara, dan bukan anak kandung. Ini berarti, meski mereka mengasuhnya, status hukum Arkana tetap berada di bawah kendali negara.
Untuk mekanisme pengasuhan, Atalia dan Ridwan akan membuat kesepakatan lebih lanjut. Ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan mereka telah berakhir, mereka masih memiliki tanggung jawab untuk merawat dan membesarkan anak-anak mereka demi masa depan yang lebih baik.
Awal Mula Perselisihan Atalia dan Ridwan Kamil
Ketidakcocokan antara Atalia dan Ridwan mulai terungkap sejak Juni 2025, saat dinamika rumah tangga mereka semakin memburuk. Majelis hakim mencatat bahwa sejak saat itu mereka sudah tidak lagi hidup dalam keharmonisan dan terlibat dalam konflik yang berkepanjangan.
Puncak dari perselisihan ini terjadi pada bulan yang sama, yang menyebabkan mereka memutuskan untuk pisah tempat tinggal. Keputusan tersebut bukan hanya mempengaruhi kehidupan pribadi, tetapi juga menimbulkan dampak yang luas, termasuk ke masyarakat luas yang mengikuti perjalanan hubungan mereka.
Dalam putusan tersebut, hakim menyatakan bahwa ketidakharmonisan telah tercipta dan tidak ada harapan untuk memperbaiki kondisi ini. Hal ini mencerminkan kesepakatan kedua belah pihak bahwa perpisahan adalah pilihan terbaik yang harus diambil untuk masa depan anak-anak mereka.
Proses Hukum dan Talak yang Dihukumkan
Selama proses hukum perceraian ini, Ridwan Kamil diketahui telah menjatuhkan talak satu terhadap Atalia pada September 2025. Itu merupakan keputusan yang diambil setelah berbagai usaha untuk memperbaiki hubungan mereka melalui mediasi dan pendekatan keluarga yang tidak membuahkan hasil.
Hakim menyebutkan bahwa upaya untuk mendamaikan kedua pihak dilakukan tetapi tidak efektif, sehingga rumah tangga mereka dinyatakan tidak dapat dipertahankan lagi. Keputusan ini tidak diambil dengan mudah, dan mencerminkan realitas pahit yang harus dihadapi oleh pasangan yang dulu pernah harmonis.
Sebagai langkah akhir, Pengadilan Agama Kota Bandung mengabulkan gugatan cerai Atalia dan memutuskan untuk mencatatkan perceraian tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ini menandai babak baru dalam hidup mereka masing-masing.
Reaksi Atalia dan Ridwan Kamil Setelah Perceraian
Setelah resmi berpisah, Ridwan Kamil mengeluarkan pernyataan yang mengekspresikan permohonan maaf atas segala keributan yang terjadi. Melalui kuasa hukumnya, Ridwan mengakui kesalahan yang mungkin telah dilakukannya selama menjalin pernikahan dan menegaskan bahwa perpisahan ini adalah keputusan baik-baik.
Di sisi lain, Atalia juga memberikan tanggapan resmi mengenai perceraian ini, menekankan bahwa semua isu yang berkembang adalah masalah internal keluarga yang tidak terkait dengan pihak ketiga. Hal ini penting agar publik memahami bahwa semua yang terjadi adalah hasil dari dinamika yang kompleks.
Atalia juga menyayangkan adanya spekulasi liar yang mengelilingi perceraian mereka. Ia menegaskan bahwa hal ini tidak memiliki dasar hukum dan merasa perlu untuk meluruskan berita yang beredar di masyarakat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








