Mundur Teratur Ford dari Pengembangan Mobil Listrik
Table of content:
Dalam fenomema industri otomotif saat ini, perubahan yang terjadi dapat mempengaruhi banyak perusahaan, termasuk yang sudah mapan. Ford Motor Company, yang dikenal dengan inovasi dan kekuatannya dalam pasar mobil, baru saja mengumumkan langkah drastis yang mengejutkan banyak pihak.
Kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintahan menyebabkan Ford harus merombak rencana masa depannya, khususnya dalam pengembangan mobil listrik. Perusahaan ini akan mengalami pengurangan nilai aset yang signifikan, serta menghentikan beberapa model yang telah direncanakan sebelumnya.
Keputusan Strategis dalam Menanggapi Perubahan Pasar
Pada saat ini, Ford mengungkapkan kerugian sebesar US$19,5 miliar yang akan membebani laporan keuangan mereka. Salah satu dampak terberat dari keputusan ini adalah pembatalan beberapa rencana untuk model mobil listrik yang sebelumnya diantisipasi dengan baik.
Menurut CEO Ford, Jim Farley, keputusan ini diambil sebagai respons terhadap dinamika yang berubah dalam pasar otomotif di Amerika Serikat. Ketidakpastian dalam pasar yang dipicu oleh kebijakan pemerintah memberikan tekanan yang tidak bisa dihindari oleh perusahaan.
“Ketika pasar benar-benar berubah dalam beberapa bulan terakhir, itulah yang menjadi pendorong bagi kami untuk mengambil keputusan tersebut,” kata Farley. Keputusan ini memiliki dampak jangka panjang yang bisa mempengaruhi citra dan posisi Ford di pasar.
Dampak Kebijakan Pemerintah Terhadap Penjualan Mobil Listrik
Kebijakan yang diambil oleh pemerintahan saat ini menciptakan tantangan baru bagi produsen mobil. Pencabutan dukungan federal untuk mobil listrik, serta pengurangan aturan emisi gas buang, membuat banyak produsen beralih kembali ke kendaraan berbasis fosil.
Penjualan mobil listrik di AS sendiri mengalami penurunan yang cukup signifikan, mencapai 40 persen hanya dalam satu bulan. Kondisi ini makin diperburuk oleh berakhirnya kredit pajak konsumen yang sebelumnya mendorong pembelian mobil listrik.
Hal ini tentu sangat berpengaruh bagi Ford yang telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan model EV mereka. Kini, mereka harus mencari cara untuk menyesuaikan diri dengan pasar yang semakin kompetitif.
Penghentian Model dan Perubahan Rencana Produksi
Di antara model yang terkena dampak tersebut, F-150 Lightning menjadi sorotan utama. Penurunan penjualan mencapai 10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang memberikan tekanan lebih lanjut pada rencana Ford ke depan.
Menanggapi tren penjualan yang menyedihkan ini, Ford memutuskan untuk menghentikan pengembangan generasi baru F-150 Lightning. Sebagai gantinya, rencana peralihan ke model hybrid jenis range-extended electric vehicle (EREV) merupakan langkah yang diambil untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar.
Selain itu, Ford juga membatalkan peluncuran generasi baru T3 dan pengembangan van komersial listrik. Ini menunjukkan perubahan strategis perusahaan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang ada saat ini.
Fokus pada Model yang Lebih Terjangkau
Dalam langkah ini, Ford berfokus untuk meluncurkan model-model yang lebih terjangkau di pasaran. Mereka merencanakan harga sebesar US$30 ribu untuk model pertama yang akan dirilis pada tahun 2027, yang menunjukkan pemikiran strategis dalam merancang produk yang lebih sesuai dengan kemampuan konsumen.
Menurut Kepala Operasi Kendaraan Bensin dan Listrik Ford, Andrew Frick, mengalihkan sumber daya untuk pengembangan model yang lebih murah menunjukkan pemikiran ajeg untuk masa depan. Ini bisa menjadi langkah yang cerdas dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.
“Daripada menghabiskan miliaran dolar lebih banyak untuk kendaraan listrik besar yang sekarang tidak memiliki jalan menuju profitabilitas, kami mengalokasikan uang itu ke area yang menghasilkan pengembalian lebih tinggi,” jelas Andrew.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







