Riwayat Pendidikan Antasari Azhar Mantan Ketua KPK yang Telah Meninggal Dunia
Table of content:
Kabaran duka menyelimuti masyarakat Indonesia dengan berita tragedi kehilangan seorang tokoh penting. Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berpulang pada hari Sabtu, 8 November 2025, di usia 72 tahun.
Lahir di Pangkal Pinang pada 18 Maret 1953, Antasari merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Keluarganya terdiri dari Azhar Hamid dan Asnani, yang membesarkannya dalam nuansa keteguhan dan perjuangan.
Sejak muda, Antasari telah menunjukkan minat yang besar dalam dunia hukum. Karirnya dimulai di BPHN Departemen Kehakiman antara tahun 1981 hingga 1985, di mana ia mengasah keterampilan dan pengetahuannya.
Mengenal Awal Kehidupan dan Pendidikan Antasari Azhar
Antasari menghabiskan masa kecil di Belitung, yang merupakan bagian integral dari identitasnya. Pendidikan dasarnya di mulai di SD dan ia menamatkan pendidikan pada tahun 1965 sebelum melanjutkan ke Jakarta.
Di Jakarta, ia menjalani masa SMP dan SMA, di mana ia berhasil lulus pada tahun 1971. Lingkungan pendidikan yang dinamis memberinya banyak pengalaman dan pengetahuan.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Antasari memilih untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Ia mengambil jurusan Tata Negara dan meraih gelar sarjana pada tahun 1981.
Jejak Karir Antasari Azhar di Dunia Hukum
Usai menyelesaikan pendidikan tinggi, Antasari mulai berkarir di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dari tahun 1985 hingga 1989. Di sini, ia menemukan panggilan sejatinya sebagai penegak hukum.
Karirnya terus meningkat saat ia menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di Baturaja dari tahun 1997 hingga 1999. Posisi ini memberinya pengalaman berharga dalam mengelola dan menegakkan hukum.
Antasari kemudian memasuki jajaran Kejaksaan Agung, di mana kinerjanya yang cemerlang membawanya ke posisi puncak saat terpilih sebagai ketua KPK pada tahun 2007 untuk periode 2007 hingga 2011.
Pencapaian dan Tantangan Sebagai Ketua KPK
Sebagai ketua KPK, Antasari menghadapi banyak tantangan dalam memberantas korupsi di Indonesia. Ia berkomitmen untuk membawa transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan.
Selama masa jabatannya, banyak kasus korupsi besar yang berhasil diungkap dan dibongkar oleh KPK di bawah kepemimpinannya. Keberaniannya dalam menjalankan tugas membuatnya dikenal sebagai sosok yang tegas dan berintegritas.
Namun, perjalanan Antasari tidak selalu mulus. Ia juga mengalami berbagai tantangan dan rintangan dari berbagai pihak yang merasa terancam dengan langkah-langkahnya. Meskipun demikian, ia tetap mengedepankan prinsip keadilan.
Warisan yang Tinggal dan Kenangan Masyarakat
Kepergian Antasari Azhar meninggalkan jejak mendalam di hati masyarakat Indonesia. Ia dikenang sebagai sosok yang senantiasa berjuang melawan ketidakadilan dan korupsi.
Warisan yang ditinggalkannya bukan hanya dalam bentuk institusi KPK yang lebih kuat, tapi juga inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang demi keadilan. Banyak yang mendoakan agar semangatnya tetap hidup di antara para pejuang hukum saat ini.
Kontroversi dan tantangan yang dihadapinya menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya integritas dan keberanian dalam dunia hukum. Nama Antasari Azhar akan selalu dikenang dalam sejarah perjuangan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







